Ratusan Pelajar Diajak Perangi Bahaya Narkoba

oleh -
SEPAKATI KERJASAMA: Kepala BNNK Sumedang AKBP Kunto Prasetyo berjabatangan dengan Ketua DPD LDII Sumedang H Usep Azis Solehudin usai ditandatanganinya perjanjian kerjasama, Rabu (9/7/2019)

SUMEDANG--Sekitar 200 orang pelajar mengikuti kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumedang di Masjid Darussalam Cilengkrang Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (9/7/2019).

Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sumedang H. Usep Azis Solehudin mengatakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk pelajar tersebut merupakan bagian dari agenda pokok tri sukses.

“Dengan kegiatan ini berharap lahirnya generasi alim dan fakih dalam agama yang menguasai keilmuan, memiliki akhlakul karimah serta kemandiriaan. Untuk itu pembinaan tidak saja dilakukan saat ini saja melainkan sejak usia cabe rawit (usia dini, red),” ujar H Usep mengawali sambutan pembukaan sosialisasi BNNK, kemarin (9/7).

Dengan adanya kerjasama antara DPD LDII Kabupaten Sumedang dengan BNNK Sumedang, H Usep berharap bisa diperkuat lagi dengan adanya MoU atau perjanjian kerjasama.

“Kami berharap sosialisasi ini dilanjutkan dengan MoU agar program upaya pencegahan terhadap ancaman bahaya narkoba bagi generasi muda bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” harapnya.

H. Usep mengungkapkan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba menjadi agenda penutup dari kegiatan ‘Permata Cai 2019 (Pembinaan Remaja Akhir Tahun Ajar Cinta Alam Indonesia)’ yang pelaksanaannya digelar selama tiga hari dari tanggal 7 sampai 9 Juli 2019.

“Selain ada sosialisasi dari BNNK tentang bahaya narkoba selama tiga hari ini para pelajar juga mendapatkan materi-materi terkait pembinaan akhlakul karimah dan kemandirian dipadukan dengan materi-materi untuk lebih mencintai alam atau lingkungan sekitar kita,” urainya.

Sementara itu Kepala BNNK Sumedang AKBP Kunto Prasetyo bersama jajarannya menyampaikan materi sosialisasi bahaya narkoba. Dijelaskannya, secara nasional fenomena kejahatan narkoba di Indonesia seperti fenomena gunung es.

“Dari 250 juta penduduk Indonesia, sekitar 6 juta terdeteksi sebagai pengguna aktif. Yang ketahuan di atasnya 6 juta, sementara yang tidak ketahuan pastinya banyak sekali sebagaimana feomena gunung es,” papar Kunto mengawali sosialisasinya.