BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Jadi Pilot Project e-Claim primer

oleh -

SUMEDANG – Dalam menghadapi era digitalisasi, sejak setahun lalu BPJS Kesehatan telah menerapkan e-Claim untuk pengajuan klaim dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKTRL).

Dimulai bulan Juli 2019 lalu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan e-Claim primer untuk digunakan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Cabang Sumedang dipilih sebagai salah satu cabang pilot project penerapan e-Claim primer ini.
“Per September 2019, e-Claim primer akan diterapkan disemua FKTP seluruh Indonesia. Oleh karenanya, kami melakukan sosialiasi implementasi e-Claim primer kepada FKTP di Subang,” ucap Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Subang, Hery Zakariah dalam acara yang diikuti oleh 105 petugas pengaju klaim perwakilan dari semua FKTP.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa penerapan e-Claim primer bertujuan untuk menyederhanakan berkas dalam pengajuan klaim, sehingga klaim bisa diajukan dan diverifikasi lebih cepat.
“Dalam e-Claim primer, data yang harus diinput lebih lengkap, sehingga tidak perlu lagi berkas berkas pendukung yang banyak yang rawan tercecer malah mungkin saja hilang. e-Claim primer mendigitalisasi data pelayanan kesehatan pasien, karena itu sangat perlu kedisiplinan petugas pengaju klaim untuk menginput data dengan lengkap,” kata Hery.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Meity Damayanti mengatakan dengan e-Claim Primer ini, Puskesmas dan juga fasilitas kesehatan swasta tidak perlu memphotokopi berkas-berkas pengajuan klaim.

Menurutnya, jika sebelumnya satu pasien perlu sampai 5-6 lembar kertas pendukung klaim, sekarang hanya perlu 2 lembar saja, tentu ini akan mempercepat pengajuan klaim dan menghemat biaya juga.
“e-Claim primer benar-benar menghemat waktu kerja fasilitas kesehatan. FKTP tidak perlu berkali kali meminta tanda tangan kepada pasien ataupun dokter, tidak perlu menyeleksi berkas. Selain itu dengan e-Claim primer ini, Puskesmas menjadi punya data rekam medis digital. Memang di awal data yang perlu diinput lebih banyak, tapi jika kita disiplin dan tidak menunda input datanya, tentu ini bukan masalah,” kata Meity. (isl/rls)