Berharap Turun Hujan, Ratusan Warga Cipancar Gelar Salat Istisqo

oleh -
MEMOHON TURUN HUJAN: Ratusan warga Desa Cipancar menggelar Salat Istisqo atau salat meminta hujan di Lapangan Sepakbola Sagaramanik, Minggu (22/9/2019) sekitar pukul 13.00.

SUMSEL-Lebih dari 300 orang warga Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan menggelar Salat Istisqo atau salat meminta hujan di Lapangan Sepakbola Sagaramanik, Minggu (20/9/2019).

Ketua panitia pelaksanaan Salat Istisqo yang juga Ketua LPMD bidang Kerohanian Desa Cipancar Ustadz Dodi mengungkapkan alasan digelarnya salat tersebut didasari rasa keprihatinan yang dirasakan masyarakat Desa Cipancar dan sekitarnya yang mayoritas berkerja sebagai petani.

“Alhamdulillah kalau untuk kebutuhan sehari-hari warga air disini cukup. Hanya saja kebun, ladang, dan sawah warga disini mulai kekeringan akibat musim kemarau yang panjang ini,” ungkap Ustadz Dodi usai pelaksanaan Salat Istisqo.

Dijelaskan Ustadz Dodi pula jika sebagain warga yang memelihara hewan ternak mulai kesulitan mendapatkan pakan berupa rumput hijau segar. “Para peternak hewan seperti domba, kambing dan sapi juga sekarang sangat sulit mendapatkan rumput karena memang semua tegalan kering,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat setempat H Budiman yang juga Kepala MA Plus Al Munir Sumedang ini berharap dengan digelarnya Salat Istisqo tersebut musim kemarau bisa cepat berakhir.

“Sebagai muslim yang taat sudah sepatutnya ketika semua usaha yang diperbuat itu dikuatkan dengan ikhtiar spiritual dengan bermunajat kepada Alloh Swt melalui Salat Istisqo ini. Seraya memohon segera diturunkan hujan sebagaimana doa Rasululloh SAW yang senantiasa berdoa agar hujan diturunkan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan,” ujar H Budiman mengutip isi hadist Sahih Bukhori yang diriwayatkan Anas.

Dalam pelaksanaan Salat Istisqo tersebut bertindak sebagai imam Ustadz Azis, sementara bertindak sebagai khotib H Muhsin. Turut hadir juga sejumlah aparat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.(rik)