Polres Akan Dalami Pelajar yang Ikut Demo

oleh -
SUMEDANG – Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menyebut para pelajar SMK asal Sumedang yang diamankan di Jakarta, karena diduga akan ikut aksi demo ke Gedung DPR-RI, tidak terkoordinir. Para pelajar tersebut berangkat sendiri-sendiri tanpa diketahui orang tua dan pihak sekolah.
“Untuk di wilayah Sumedang, informasi yang beredar ada sembilan orang anak SMK asal Sumedang, namun setelah dikroscek baik ke orang tua maupun pihak sekolah, ternyata yang positif (ke Jakarta) itu ada enam orang,” kata Kapolres, Rabu (2/10/2019).
Ia menjelaskan, keeenam pelajar tersebut berasal dari dua sekolah, yakni YPGU dan PGRI 2. Mereka berangkat pada Minggu (29/9) malam menggunakan bus.
“Jadi untuk yang dua nama pelajar hanya dicatut namanya, padahal sebetulnya ada di rumah. Sementara satu lagi setelah dicek ternyata sudah lulus sekolahnya, jadi sudah tidak ada kaitannya dengan sekolah,” ucapnya.
Dikatakan, para pelajar ini berangkat ke Jakarta karena adanya ajakan dari media sosial.
“Saat ditanya ternyata mereka tidak tahu tujuan aksinya apa. Datang ke Jakarta juga ada yang bohong ke orang tua, bilang cari kerjaan, bilang mau main ke rumah teman,” katanya.
Hingga berita ini dibuat, kapolres menyebut, pihak orang tua sedang menjemput anak-anaknya tersebut.
Lebih jauhnya dikatakan, Polres Sumedang akan mendalami kejadian ini. Polres juga akan melakukan treatment agar kejadian serupa tidak terjadi.
“Sebelumnya kita juga sudah antisipasi, anggota menjadi inspektur upacara setiap hari Senin. Lalu bersama Pemerintah Daerah juga akan melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk para pelajar,” ujar kapolres. (gun)
oleh