Dijamin JKN-KIS Nia Bisa Berobat Gratis

oleh -

Sumedang – Kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua pada wanita setelah kanker leher rahim. Penyakit ini juga menyerang Nia Kuniati (41). Pada saat tim Jamkesnews mengunjungi kediamannya beberapa waktu lalu, Nia bercerita bahwa di awal tahun 2016 mengalami sakit dengan keluhan ada benjolan di sekitar payudara. Setelah diperiksa di klinik yang kemudian dirujuk ke rumah sakit, Nia didiagnosa mengidap penyakit kanker payudara.
“Waktu itu saya sangat bingung, jangankan untuk berobat, memenuhi kebutuhan sehari-haripun sangat berat. Saya sudah pasrah saja, tidak ingin berobat, mau dari mana uangnya. Jika ini penyakit yang membawa kematian, saya ikhlas,” tutur Nia sambil berkaca-kaca.

Nia menceritakan, petugas klinik lantas menyarankan Nia mendaftar JKN-KIS. Nia pun mendaftar menjadi peserta JKN-KIS kelas 3. Karena kondisi finansialnya yang serba pas-pasan, ia pun memilih iuran yang paling murah. Nia mengatakan, semua proses yang dijalaninya tidak ada yang sulit. Mulai dari mendaftar menjadi peserta, berobat ke klinik, dirujuk ke rumah sakit, sampai harus dioperasi dan menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, semuanya tak terkendala apapun.
“Pelayanannya sangat baik. Dokter sama perawat semua ramah, tidak ada diskriminasi karena saya pasien JKN-KIS. Malah dokternya memberikan semangat kepada saya untuk segera dilakukan operasi agar saya bisa segera sembuh,” imbuhnya.
Hadirnya Program JKN-KIS membuat Nia mampu melakukan pengobatan dan bersemangat memerangi kanker payudara yang menyerangnya. Mulai dari pemeriksaan, operasi pengangkatan payudara sampai kemoterapi, semua dijamin oleh BPJS Kesehatan. Nia hampir tidak mengeluarkan biaya tambahan.
“Saya sangat bersyukur sekali ada JKN-KIS ini, tanpa JKN-KIS mungkin saya sudah tidak ada. JKN-KIS telah membuat saya semangat untuk hidup kembali, karena sebelumnya saya sempat putus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan biaya. Untuk itu saya sangat berterima kasih sekali kepada BPJS Kesehatan selaku pengelola JKN-KIS yang telah membantu saya,” ucap Nia sambil meneteskan air mata.