Partisipasi pemilih masih rendah di Cibugel dan Cisarua, KPU Minta Pemda Kaji Ulang

oleh -

Sumedang – Meski angka partisipasi pemilih di Kabupaten Sumedang di ajang dua kali pemilu terbilang besar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang masih berharap angka partisipasi pemilih terendah bisa meningkat.

Dikonfirmasi, Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi mengatakan, dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih,  pihaknya mengusulkan kepada Pemerintah Daerah agar mengkaji atau mengevaluasi beberapa wilayah kecamatan yang tingkat partisipasinya masih terbilang rendah.

Ia pun tak akan ambil pusing, siapapun pihak yang akan merealisasikan usulan tersebut diperbolehkan. Dengan catatan apa yang diharapkan oleh KPU betul-betul tercapai dengan baik yaitu pendidikan politik.

Karena seyogyanya, baik sosialisasi maupun pendidikan politik kepada masyarakat tidak harus dilakukan saat memasuki tahapan semata. Namun bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum pemilu. Pasalnya visi misi KPU adalah bagaimana menjadikan pemilih yang cerdas, dan sadar akan pentingnya merayakan pesta demokrasi.

“Tingkat partisipasi Sumedang itu sudah tinggi di angka 83,4 persen, dan itu hampir merata di 25 kecamatan. Hanya saja ada dua kecamatan yang partisipasinya di angka 70 persen, yaitu Cibugel dan Cisarua. Lantas, kita kan tidak tahu apa yang melatarbelakangi partisipasi rendah, karena asumsi kita banyak warga yang bekerja di luar kota,” kata Ogi saat ditemui Radar Sumedang di ruang kerjanya, Kamis (17/10).

Oleh sebab itu, Rabu petang kemarin (16/10) dirinya beserta jajaran Komisoner dan Kesekretariatan melakukan pertemuan dengan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir di Gedung Negara.

Pertemuan itu kata Ogi membahas perihal usulan kajian guna memastikan penyebab rendahnya partisipasi di dua kecamatan itu.

“Tujuannya adalah nanti ketika kita melakukan sosialisasi lebih tepat sasaran. Kalau memang karena kerja merantau seperti apa pendekatan ke keluarganya agar mereka pulang. Kalau misalkan warga itu ada disana tapi tidak datang, bagaimana caranya supaya mereka datang,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemda dalam melakukan kajian. Yang terpenting pendidikan dan sosialisasi politik mengenai Pemilu.

“Mau itu dari pihak akademisi, internal Pemda silahkan. Nanti setelah ada hasil kajian, maka akan terbit rekomendasi yang harus dilakukan, nah rekomendasi itulah yang kemudian akan kita tindaklanjuti. Supaya kedepan angka partisipasi pemilih di Sumedang itu tidak terkunci di 83,4 persen saja, tapi ada kenaikan signifikan lagi,” tandasnya.

Meski demikian, ditegaskan Ogi, usulan kajian ini tidak hanya menyasar kedua kecamatan itu. Namun untuk semua kecamatan demi meningkatkan angka partisipasi pemilih.

“Memang angka 70 persen itu sudah bagus, karena sebelumnya dua kecamatan itu diangka 60 lebih, sedangkan kecamatan lainnya sudah 80 persen. Tapi kita ingin semuanya meningkat lebih signifikan lagi, dengan cara melakukan kajian itu,” jelasnya. (jim)

oleh