Baznas-Polres Teken MoU Warung Tatali Asih

oleh -

SUMEDANG – Baznas Kabupaten Sumedang dan Polres Sumedang melakukan kerjasama Program Warung Tatali Asih. Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ali Badjri dan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo di Aula Kantor Kecamatan Cimalaka, Jumat (1/11/2019) pagi.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menyebutkan, sejak dilaunching satu tahun lalu di Kecamatan Tanjungkerta, saat ini sudah ada 138 warung tatali asih binaan Bhabinkamtias asih di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang.
“Program ini memang sudah lama digagas, namun agar lebih tertib administrasi kita adakan MoU. Tujuannya kedepan juga untuk membesarkan program ini,” katanya.
Dikatakan, dengan program warung tatali asih, diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga kurang mampu.
“Setiap satu warung itu omsetnya akan dibagikan kepada minimal tiga orang, baik itu warga miskin, jompo, maupun anak yatim disekitarnya,” ujarnya.
Kapolres menyebutkan, dengan adanya  program warung tatali asih diharapkan bisa menghindari masyarakat dari jerat hutang rentenir.
Lebih jauhnya, dengan program tersebut bisa menumbuhkan jiwa usaha dan kejujuran pada pengusaha kecil.
“Bagi yang butuh modal untuk usahanya silakan mengajukan. Tidak perlu ada KTP, syaratnya hanya kejujuran saja. Karena sebagian omset penjualannya akan didonasikan kepada warga kurang mampu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ali Badjri mengatakan, pihaknya akan mendukung program Warung Tatali Asih, sebab program tersebut sejalan dengan program pemberdayaan zakat, infaq, dan sedekah. Dengan program ini akan membantu meningkatkan taraf ekonomi warga miskin, jompo, dan anak yatim.
“Melalui program warung tatali asih juga salah satu upaya Baznas Kabupaten Sumedang menurunkan angka kemiskinan. Ini komitmen kami mendukung program Sumedang Simpati,” kata Ali.
Ali mengatakan, hingga kini program tersebut berjalan sangat baik, bahkan jumlah warung binaan semakin banyak disemua kecamatan. Program tersebut, kata dia, sudah menjadi ikon di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional.
“Tidak ada laporan warung yang bangkrut, kami terima progresnya setiap bulan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan modal warung tatali asih, bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu, beasiswa pendidikan tingkat SMK, rumah tidak layak huni, keranda, sarana keagamaan, dan penyandang disabilitas. (gun)
oleh