BPJS Sumedang Dan Dinkes Sosialisasikan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kerja

oleh -

Sumedang – Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Sunedang mengadakan kegiatan Sosialisasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dan Upaya Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Jatinangor Kab Sumedang.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh seluruh pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Dinas Kesehatan, pengurus Asosiasi Klinik dan pengurus Ikatan Dokter Indonesia dari Kabupaten Sumedang, Subang dan Majalengka.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Abdul Haris mengatakan Kapitasi Berbasis kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP). Menurutnya, dengan diterapkannya KBK ini akan lebih meningkatkan mutu pelayanan di FKTP dan meningkatkan efektivitas dari jaminan kesehatan.

“Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP) yang selama ini berjalan, penerapannya bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi Jaminan Kesehatan,” ujar Haris.

Haris menambahkan, dalam KBK tersebut ada tiga indikator yang menjadi penilaian FKTP, yaitu angka kontak, rasio peserta Prolanis terkendali dan rasio rujukan non spesialistik. Perbedaan yang paling signifikan antara KBKP dan KBK adalah jika sebelumnya penilaian pada KBKP lebih fokus pada proses input, maka pada KBK penilaian selain fokus pada proses input juga pada output serta outcome.

Selain itu, Haris juga berkomitmen agar terus menyosialisasikan Program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat dengan Mobile Costumer Service (MCS) BPJS Kesehatan. Menurutnya, dengan MCS, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan informasi dan akan lebih diarahkan untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses pelayanan sehingga tidak perlu mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Ekki Utomo, menyambut baik pelaksanaan KBK dan upaya UHC. Dalam sambutannya Ekki menyampaikan kegiatan Mobile Costumer Service sudah berjalan dan terjadwal di puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sumedang, kami berharap kerja sama yang baik dengan BPJS Kesehatan dalam upaya mencapai UHC bisa terus ditingkatkan.

“UHC itu bukan hanya sekedar jumlah penduduk yang mendaftar jadi peserta JKN saja, makna UHC yang sebenarnya adalah memastikan seluruh warga, khususnya warga miskin yang preminya dibayarkan pemerintah harus dipantau sehat atau sakitnya tanpa terkecuali. Ini perlu dilakukan oleh semua faskes, tidak saja puskesmas namun juga faskes swasta. Sehingga Indonesia Sehat bisa benar-benar terwujud,” tegas Ekki.