Jadikan Cibunar Destinasi Agro Wisata Kopi

oleh -
Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin (batik ungu) berfoto bersama sejumlah tokoh masyarakat dan warga Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong, Kamis (5/3/2020) usai reses.

RANCAKALONG--Masyarakat Desa Cibunar khususnya yang tinggal di Dusun Sukabirus, RT 04/01 Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, mengharapkan desanya dijadikan destinasi Agro Wisata kopi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Cibunar Jajan mewakili masyarakat kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari F-PKS, H. Ridwan Solichin, S.IP, M.Si, saat kegiatan reses ke-2 tahun sidang 2019/2020 di desa tersebut, Kamis (5/3/2020).

Salah satu warga Desa Cibunar Agus Heryana, mengatakan desanya saat ini memiliki perkebunan kopi di atas tanah kas desa seluas 25 Ha.

Namun saat ini warga belum memiliki alat pasca panen kopi. “Kelompok tani disini untuk pengolahannya masih numpang ke kelompok lain,” ungkap Agus.

Kedepannya, Agus berharap, Desa Cibunar memiliki destinasi agro wisata kopi, memiliki alat pengolahan kopi sendiri agar lebih efektif dan efesien sehingga hasil produksi bisa maksimal.

“Nanti kalau ada Pak Dewan (RinSo, red) kesini lagi, kita bisa menjamunya di tempat wisata kopi,” celotehnya yang diikuti tertawa simpul.

Kang RinSo sendiri, sapaan akrab Ridwan Solichin, menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Jabar tengah serius menggarap potensi wisata desa.

“Nantinya kalau desa statusnya sudah menjadi desa wisata, akan mendapat bantuan yang besar dari pemprov,” katanya.

Ia pun mendorong kepada desa-desa yang ingin fokus menggarap potensi wisata di desanya. Hadir dalam acara tersebut, Camat Rancakalong, Kepala Desa Cibunar Janjan, serta Calon Kades Agus Heriana, dan sekitar 200 orang warga.

Anggota DPRD Jabar Komisi 1 dari dapil Sumedang, Majalengka, Subang yang membidangi Pemerintahan Desa ini berharap bahwa dalam pembangunan di desa jangan hanya mengandalkan Alokasi Dana Desa (ADD). Tetapi juga harus tahu dana yang dikucurkan dari provinsi.

“Bahwa di pemerintahan Jawa Barat ada namanya program Bantuan Keuangan Desa (Bankudes) yang bisa diajukan untuk membiayai kebutuhan desa, seperti pembangunan jalan, posyandu, jembatan gantung, pipanisasi, gerbang desa dan lainnya. Namun, belum banyak desa di Jawa Barat memanfaatkan, khususnya di wilayah Kabupaten Sumedang,” pungkas RinSo.(rik)