Penutupan Pasar Hewan Dikeluhkan.

oleh -

TANJUNGSARI – Sejumlah pelaku Pasar Hewan Tanjungsari mengeluhkan dampak penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang berimbas kepada penutupan Pasar.

Penutupan sementara pasar tersebut dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sehingga banyak pedagang dari luar wilayah Kabupaten Sumedang datang ke Tanjungsari.

“Saya tidak mengetahui adanya penutupan sementara, dan baru tahu setelah melihat selembaran pengumuman yang ditempel ditembok depan pasar,” ucap Okim (70) warga Cicalengka Kabupaten Bandung kepada Radar Sumedang.

Meski ada penutupan sementara, kata Okim, pedagang hewan yang sudah terlanjur datang dari berbagai wilayah. Memutuskan berkoordinasi dengan pihak pengelola pasar. Karena apabila pulang kembali akan merugikan para pedagang.

“Awalnya sempat rame karena tidak bisa masuk kedalam pasar, lantaran pintu gerbang ditutup, namun setelah koordinasi dengan pengelola akhirnya pintu gerbang dibuka,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang hewan kambing Anwar Maulana (50) mengaku dengan adanya virus Covid-19 berdampak kepada penurunan omset.

“Penurunan omset mencapai 70 persen, yang biasanya sudah laku 3 atau 5 ekor tapi sekarang baru laku 1 ekor itu pun dengan harga yang rendah,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelum adanya Virus tersebut, kondisi pasar selalu ramai oleh pembeli tapi sekarang malah sebaliknya.

“Tolonglah pemerintah carikan solusi agar kondisi ini tidak berkepanjangan, karena ini merupakan mata pencaharian satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucapnya. (tha).

oleh