Ujian Kesetaraan Tunggu Keputusan Mendikbud

oleh -
Kepala Bidang Paud dan Dikmas Disdik Kabupaten Sumedang Eddih Martin, S.Pd, MM (berdiri) saat menghadiri kegiatan PKW Tata Boga di PKBM Bina Harapan.

KOTA–Sebanyak 2.414 siswa yang belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Sumedang yang lebih dikenal ujian kesetaraan paket A (setingkat SD), paket B (untuk sederajat SLTP) dan paket C (sederajat SLTA) sampai saat ini masih menunggu keputusan pemerintah berkaitan ujian akhir pembelajaran.

Pasalnya saat ini masih dalam masa darurat pandemi korona atau Covid-19 yang melanda Indonesia. Sebelumnya pemerintah dalam hal ini Mendikbud telah meniadakan ujian nasional (UN) bagi pelajar SD, SLTP dan SLTA.

Kepala Bidang Paud dan Dikmas Disdik Kabupaten Sumedang Eddih Martin, S.Pd, MM menuturkan bahwa merujuk kepada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease atau Covid 19, dalam poin 1 huruf C disebutkan bahwa dengan dibatalkannya UN tahun 2020, maka proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, program paket B dan program paket C akan ditentukan kemudian.

“Ujian kesetaraan biasanya dilakukan usai sekolah formal melaksanakan UN. Namun untuk tahun ini kami masih menunggu imbauan dari pemerintah,” kata Eddih kepada Radar Sumedang Sabtu, (27/3/2020).

Dijelaskan Eddih tahun ini sedikitnya terdapat 2.414 Siswa yang akan mengikuti ujian kesetaraan dengan perincian, Paket A 80 orang dari 8 PKBM, Paket B 496 orang dari 33 PKBM, dan Paket C 1838 orang dari 40 PKBM.

“Untuk UNBK semua ditiadakan dengan alasan masa darurat covid 19. Untuk ujian sekolah masih menunggu keadaan sampai tanggal 14 April 2020 waktu libur. Karena untuk semua jenjang waktu libur atau belajar di rumah waktunya diperpanjang sampai tanggal 11 April 2020,” jelas Edih. (*/rik)