Suara Bising Kenalpot, Resahkan Warga

oleh -
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Citali saat memberikan himbauan kepada pengendara yang berada di Tol Cisumdawu.

PAMULIHAN – Meski adanya himbauan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial (Social Distancing) karena adanya Virus Corona. Tidak menyurutkan pemuda untuk melakukan aksi balapan liar disekitar Tol Cisumdawu.

Kondisi tersebut membuat warga sekitaran Tol Cisumdawu yakni wilayah Desa Citali menjadi geram, pasalnya warga kerap disajikan suara bising yang keras saat aktivitas balapan liar berlangsung.

Meski telah dibubarkeun beberapa kali oleh anggota TNI Polri, aktivitas pemuda yang diduga melakukan aksi balapan liar di Tol Cisumdawu seolah tidak kapok.

“Kami bersama warga, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Citali melakukan pembubaran balapan liar disekitar Tol Cisumdawu wilayah Citali,” ujar ketua RW 07 Jajang Rusmana didampingi Ketua RW 06 Zaenudin kepada Radar Sumedang. Minggu (19/04).

Ia menambahkan, kebaradaan balapan liar tersebut sangat meresahkan warga lantaran suara bising kenalpot dari kendaraan kerap terdengar setiap sore hari terutama pada hari Minggu.

“Sudah bosan mendengar suara bising, dan beberapa kali kami bubarkan namun mereka tidak kapok, bahkan beberapa hari lalu karena warga sudah kesal langsung turun dan mendatangi pemuda yang melakukan balapan. Namun karena emosi memuncak ada beberapa motor yang dirusak warga,” ucapnya.

Ia menyebutkan, setiap libur tiba area Tol Cisumdawu kerap dipadati pemuda, baik itu untuk nongkrong ataupun balapan, namun yang menjadi masalah warga saat ini yakni kenyamanan warga menjadi terganggu akibat suara bising baik dilakukan oleh pemuda yang nongkrong maupun yang balapan.

“Menurut informasi bahwa disekitar Tol wilayah Sabagi ada balapan yang sudah mengantongi izin, mobilisasi pemuda yang ingin menyaksikan cukup tinggi otomatis mereka sering melintas kesini dan menjadi ramai,” tambahnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Citali Sertu Tri Haryanto mengaku telah membubarkan aksi balapan liar disekitar Tol Cisumdawu.

“Kami sering menerima laporan dari warga adanya aktivitas balapan itu, namun seolah tidak kapok, mereka keukeuh terus melakukannya,” ucapnya didampingi Bhabinkamtibmas Desa Citali Brigadir Supendi.

Pendi menyebutkan, balapan liar tersebut, sudah terjadi sejak lama, semenjak rampungnya sebagian jalan tol cisumdawu itu, dimulai dari situlah marak balapan liar.

“Mungkin karena belum dioprasikan, sehingga diisi dengan aksi yang tidak terpuji ini,” ucapnya.

Yang membuat warga resah, kata pendi, suara bising dari kenalpot yang kerap terdengan dan membuat kenyamanan warga terusik. Bahkan, warga pun sering membubarkannya.

“Puluhan pemuda yang berada disekitar Tol Cisumdawu diberikan himbauan untuk menjaga ketertiban, bahkan disuruh untuk memakai masker karena situasi Covid-19,” ucapnya.

Puluhan pemuda tersebut, kata ia, diketahuinya sudah melihat aksi balapan disekitar Sabagi, serta bukan warga Pamulihan melainkan warga Jatinangor, Tanjungsari dan Cimanggung.

“Kebanyakan para pelajar yang masih duduk dibangku SLTP, selanjutnya kami suruh pulang dan melengkapi kelengkapan berkendara,” tutupnya. (tha).

oleh