Peserta JKN-KIS Apresiasi Layanan Digital BPJS Kesehatan

oleh -

SUMEDANG – Sehubungan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep-240-HUKHAM/2020 terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Sumedang maka seluruh aktivitas masyarakat mulai terbatas. Apalagi ditambah dengan anjuran dari pemerintah pusat yang sudah lebih dulu menerapkan physical distancing sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Beberapa badan usaha serta instansi pun telah menerapkan pembatasan layanan guna mendukung adanya anjuran yang telah diterapkan di wilayahnya masing-masing, begitu juga di lingkungan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sumedang.

Semenjak adanya himbauan physical distancing seusai anjuran pemerintah pusat, BPJS Kesehatan Sumedang telah menerapkan protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus corona. Meskipun, adanya pembatasan layanan di kantor cabang, kini masyarakat dapat mengakses layanan tersebut menggunakan layanan digital dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN.

“Di tengah kebijakan PSBB ini, kami menerapkan adanya pembatasan layanan. Apabila masyarakat yang harus tetap datang ke kantor untuk mengurus yang tidak bisa dilakukan melalui Mobile JKN, maka akan dijalankan protokol upaya pencegahan Covid-19, seperti peserta wajib memakai masker, mencuci tangan serta dilakukan pengecekan suhu tubuh dan penggunaan hand sanitizer. Hal ini juga diberlakukan bagi duta BPJS Kesehatan,” ujar Kepala Bidang SDMUKP BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Erik Rachmat Setiana.

Erik menambahkan, dengan adanya pembatasan layanan ini, pihaknya tetap memberikan layanan kepada peserta JKN-KIS yang ingin mengakses layanan kepesertaan. Adanya inovasi layanan yang dihadirkan melalui Chat Assistant JKN (VIKA) dan Voice Interractive JKN (VIKA), peserta JKN-KIS masih dapat mengakses layanan kepesertaan tanpa harus datang ke kantor cabang.

“Pada saat PSBB diberlakukan, kami hanya melayani beberapa jenis pelayanan secara langsung dan yang bersifat urgent, selebihnya kami arahkan untuk mengakses pelayanan daring melalui aplikasi Mobile JKN, Care Center 1500 400 atau layanan VIKA (Voice Interactive JKN) dan layanan paling terbaru yaitu CHIKA (Chat Assistant JKN) yang dapat diakses melalui Facebook Messenger, CHIKA pada telegram dengan bot telegram https://t.me/BPJSKes_bot, maupun Whatsapp di nomor 08118750400,” ucap Erik.

Inovasi yang telah diterapkan oleh BPJS Kesehatan Sumedang telah dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS asal Kabupaten Sumedang, Asep Rahman (35). Peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) ini mengaku nyaman saat ia datang ke kantor BPJS kesehatan Sumedang untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS milik istrinya. Dengan adanya protokol kesehatan yang diterapkan, ia merasa peserta yang akan berkunjung ke kantpr BPJS Kesehatan dapat merasa aman tanpa khawatir terjangkit virus corona.

“Saya datang kesini untuk melakukan perubahan data nama istri saya sekaligus mencetak kartu JKN-KIS. Menurut saya, hal ini sudah bagus sebagai tindakan preventif untuk mencegah penyebaran virus. Hal ini juga dapat memberikan rasa hyaman dan aman kepada peserta JKN-KIS yang berkunjung ke kantor cabang dan tidak memberikan rasa khawatir akan terjangkit virus ini,” tutup Asep saat dikonfirmasi tim Jamkesnews.

Di akhir pertemuannya, Asep juga bersyukur bahwa di tengah situasi wabah corona yang terus meluas, BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga berharap, BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kepesertaan JKN-KISnya tanpa harus datang ke kantor cabang. ( rls).