Diskusi Bahas Kelangsungan Perekonomian Kedepan

oleh -
DISKUSI : Pemimpin BNI Kantor Cabang Sumedang, Herry Juhaeri (kanan) didampingi Ketua PHRI H. Nana Mulyana (kiri) saat berdiskusi membahas perekonomian kedepan

KOTA – Upaya menggeliatkan sektor pariwisata ditengah penyebaran pandemi Virus Corona, BNI Kantor Cabang (KC) Sumedang menggelar silaturahmi serta diskusi bersama pengelola Wisata Alam Kampung Karuhun.

Pemimpin BNI Kantor Cabang Sumedang, Herry Juhaeri mengaku sengaja menggandeng pengelola Wisata Alam Kampung Karuhun sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang, H. Nana Mulyana. Karena merupakan nasabah BNI.

“Kampung Karuhun ini sudah menjadi ikon Sumedang. Diharapkan jika pandemi Covid-19 berakhir, maka Kampung Karuhun akan tetap menjadi tujuan wisata keluarga yang nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, warga sudah lelah dan penat dengan wabah Covid-19 dan Kampung Karuhun itu bisa menjadi pelipur lara dan menjadi solusi mengatasi penat warga pasca berdiam diri dirumah.

“Sumedang itu eksotik atau memiliki daya tarik yang khas. Ayo, kita bersama-sama menggeliatkan semua potensi Sumedang,” ujarnya.

Menyikapi kondisi dilapangan, kata ia, dari sudut pandang perbankan sebagai pihak yang menerima kelebihan dana untuk disimpan serta menerima titipan dana untuk disimpan. Dengan kondisi Pandemi ini bisnis ada yang turun, ada yang berjaya, bahkan ada yang ambruk dan mati.

“Terkait hal ini pemerintah melalui OJK telah mengeluarkan kebijakan dimana mengatur memberikan stimulus agar tidak terjerumus jauh. Kita dari perbankan terus beroperasi, meski setengah dari kita bekerja dirumah, kendati demikian dengan adanya virus corona ini didepan Custumer Service (CS) bukannya sedikit malah semakin banyak, meski begitu protokol kesehatan tetap kami dilakukan,” ucapnya.

Ia mengaku, semua nasabah BNI KCP Sumedang terkena dampak akibat virus corona, namun adapula yang berjaya semisal grosir sembako, apotek, konveksi yang membuat APD.

“Kami membuat mapping Nasabah yang terdampak baik terdampak tinggi, rendah, maupun sedang, tugas kami harus bisa menelaah seberapa besar mereka terdampak tinggi, sedang dan rendah, kita harus memberikan obat stimulus yang tepat,” tambahnya.

Pada, kata ia, terus melakukan penelaahan terutama yang terdampak lebih tinggi, mudah-mudahan akhir bulan Mei ini berakhir.

Sementara itu, H. Nana Mulyana mengapresiasi BNI KC Sumedang yang telah peduli dan menggelar acara bermuatan mengangkat destinasi yang terpuruk.

“Bagi kami sebagai pelaku hotel restoran begitu Covid-19 masuk ke Indonesia sudah terasa dampaknya dan ketika PSBB langsung mati total, kewajiban tiap bulan harus dipenuhi semisal setoran ke Bank harus dipenuhi, pembayaran listrik, internet dll,” ucapnya.

Menurutnya, dampak Covid-19 sangat memporak-porandakan dunia usaha, bahkan bisnis kedepan tidak akan ada yang bisa memprediksinya, jika terus berkepanjangan tidak menutupi kemungkinan perekonomian akan lumpuh total.

“Ketika berbicara ekonomi secara global merasakan dampak yang luar biasa. Seharusnya pemerintah hadir dalam situasi ini, tidak hanya Pemda tetapi Pemerintah Pusat,” katanya.

Sebelum ada wabah virus corona, kata dia, jumlah pengunjung Kampung Karuhun pada hari libur bisa mencapai 2.500 orang.

“Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, agar perekonomian bisa kembali normal,” ujarnya. (tha).

oleh