Covid-19 di Sumedang Terkendali

oleh -
Ilustrasi/foto Bupati.

KOTA – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir kembali menegaskan telah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi tatanan hidup baru atau New Normal.

“Forkopimda beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, telah melakukan rapat evaluasi PSBB tahap ketiga secara umum telah dijalankan dengan sukses dengan pertimbangan sudah ada perbaikan di beberapa titik,” ucap Bupati saat menggelar jumpa pers di Pendopo IPP Setda, Kamis (28/5).

Oleh karenanya, kata Dony, Forkopimda beserta Gugus Tugas telah mendapatkan rekomendasi dari para pakar dari ITB dan UNPAD berkaitan dengan Covid-19 di Sumedang sudah cukup terkendali. Walaupun belum aman benar.

“Kami juga melihat secara empiris berdasarkan fakta dilapangan jumlah sebaran tetap selama sepuluh hari kemarin. Ini juga terlihat dengan jumlah PDP menurun drastis yaitu tinggal satu orang. Dari data itu Sumedang sudah cukup terkendali, walaupun belum aman benar,” tambahnya.

Disamping itu pula berdasarkan instruksi Presiden bahwa empat Provinsi termasuk Jawa Barat akan dilaksanakan New Normal, evaluasi PSBB tahap ketiga, kajian ilmiah para pakar, empiris fakta dan data dilapangan, serta Atas saran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sumedang sudah bisa menjalankan aktifitas dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan terutama Physical distancing Dan social distancing.

“Atas dasar tersebut Sumedang akan menghentikan PSBB dan menggantikan dengan kehidupan normal, dengan menjalankan tatanan hidup baru menggunakan protokol kesehatan supaya aman dari Covid,” ujarnya.

Adapun kata dia, secara hukum Pemerintah telah menyiapkan Perbup dan SOP secara terperinci. Pasalnya sesuai intruksi Presiden kata dia, akan ada pendisiplinan warga oleh aparat TNI/Polri.

“Setiap yang akan menjalankan aktifitas harus membuat pertanggungjawaban mutlak diatas materai, bahwa dia akan menggunakan protokol Kesehatan dan akan membentuk satgas Covid di tiap tempat usaha/wisata. Kalau melanggar dia sudah siap untuk menutup tempat usahanya,” tegas Bupati.

Selain tempat usaha maupun wisata lanjut Dony, pembukaan aktifitas juga berlaku untuk tempat ibadah yang akan resmi dibuka pada 2 Juni 2020 nanti.

“Sekarang akan dilakukan persiapan protokol kesehatan di tempat ibadah cuci tangannya, Thermo Gun, akses keluar masuk harus disiapkan. Kemudian setiap tempat ibadah juga harus memiliki satgas Covid-19, yang tugasnya mengatur mengarahkan jamaah untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” imbuh Dony.

Dony menambahkan, langkah persiapan yang matang selama beberapa hari kedepan sebelum awal bulan Juni nanti bakal dimaksimalkan. Itu sengaja dilakukan supaya masyarakat betul-betul aman dari Covid, namun tetap produktif.

“Oleh sebab itu kalau kita siap secara matang tujuan tadi bisa tercapai. Jangan sampai ketika New Normal kita belum matang persiapan, akhirnya akan menambah jumlah kasus dan sebaran dan Covid tidak bisa terkendali lagi. Sehingga kita akan mengerahkan segenap kekuatan di Pemerintahan,” tandasnya. (jim)

oleh