Anggota Dewan Dorong Regulasi Ponpes Jadi Mitra Ketahanan Pangan

oleh -

JATINANGOR – Sekretaris Komisi II DPRD Sumedang Herman habibullah menilai akan berupa mendorong berbagai kebijakan terutama yang mengedepankan kepentingan bagi Pondok Pesantren. Selasa (02/06).

Salah kebijakan tersebut yakni bahwa pondok pesantren yang ada di Sumedang menjadi bagian dari ketahanan pangan.

“Kami fraksi PKB mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuat regulasi dalam rangka membantu lembaga ponpes sebagai mitra pemda dalam ketahanan pangan salah satunya melalui program persemaian di pondok-pondok pesantren,” ucapnya.

Sementara itu, Upaya memperkuat  basis pergerakan Ekonomi rakyat ditengah pandemi Covid-19. Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, gelar roadshow ke sentral Ekonomi rakyat di Kabupaten Sumedang.

Ketua DPWPKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan pandemi Covid-19 menjadi pukukan berat bagi petani, terutama dalam pendistribusian hasil panen. Maka, butuh penguatan dari pemerintah supaya harga panen tidak jatuh dan bisa memastikan semua hasil panen terjual.

“Dampak pandemi covid, selama tiga bulan itu (distribusi) agak bermasalah,  penjualan, harga juga demikian. Itu jangka pendeknya. Jangka panjangnya kita ada kebutuhan untuk menguatkan kembali para petani. Jadi menyeimbangkan antara kebutuhan laju cepat industri non pertanian, maka pertaniannya harus berjalan sendiri,” ujar Huda yang juga Ketua Komisi X DPR RI itu.

Menurutnya, kelompok eduwisata di Kampung Lembang, Desa Pamulihan Kecamatan Pamulihan dan produsen holtikultura unggulan waida farm telah banyak temuan varietas yang perlu di kembangkan di tempat-tempat lain.

“Banyak varietas yang perlu dikembangkan dan memiliki nilai jualnya tinggi, apabila nilai hasil panen harga jualnya tinggi artinya tingkat kesejahteraan petani akan lebih bagus,” tambahnya.

Sehingga, kata ia, pihaknya akan kembangkan dengan mencangkok dan disebarkan kepada petani-petani se- Jawa Barat khususnya para petani yang selama ini dikelola oleh pondok pondok pesantren. (tha).

oleh