Puluhan Pedagang Pasar Tanjungsari Jalani Tes Swab, Ini Kata Mereka…

oleh -
Salah seorang pedagang saat dilakukan tes swab oleh tim kesehatan dari dinkes sumedang

TANJUNGSARI – Sebanyak 50 orang pedagang dipasar Tanjungsari menjalani Tes Swab pada Senin (5/6/2020). hal itu dilakukan lantaran pasar berpotensi paling tinggi dalam penularan virus corona.

Berbagai tanggapan pun beragam usai dilakukan Tes Swab tersebut, bahkan tidak sedikit dari para pedagang yang mengaku beruntung bisa ikut tes swab.

Salah satunya dikatakan Imas Maesyaroh (25) salah seorang pedagang pakaian, Ia mengaku beruntung bisa ikut Tes Swab. selain gratis juga nantinya dia akan tahu apakah terpapar atau tidak.

“Mudah-mudahan saja hasilnya negatif, karena memang dipasar ini banyak berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.

Dikatakan pedagang lainnya, Edi (30) sebelum di tes swab sempat takut karena belum pernah lihat di tes swab itu seperti apa, tapi setelah lihat prosesnya akhirnya ia pun memberanikan diri.

“Ternyata tes swab itu hanya di ambil sampel dari lendir yang ada di hidung saya, memang sih saat dimbil sampel sedikit sakit tapi hanya sebentar,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman mengatakan upaya memutus mata rantai covid-19. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Disperindag menyisir pasar tradisional untuk dilakukan tes swab karena pasar memiliki potensi penularan yang cukup tinggi.

“Tes ini kita targetkan sampel untuk 50 orang dan untuk alatnya kita sudah siapkan 75 alat. Selain pasar, ada juga prioritas tes yang tentu saja memiliki potensi penularan tinggi dan akan dilakukan tes swab masal, tetapi untuk sekarang kita fokus dulu ke pasar tradisional,” ucapnya.

Dadang mengatakan, dalam fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan dengan menurunnya kasus Covid-19, bukan berarti Sumedang bebas dari corona. Melainkan masyarakat harus paham tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

“Mengentaskan masalah corona, bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, malainkan tanggung jawab semua,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tanjungsari, Ida Farida mengatakan, langkah yang tepat melakukan swab test terhadap pedagang di Pasar Tanjungsari. Karena aktivitas pedagang sehari-harinya melakukan kontak langsung dengan para pembeli.

“Melalui tes ini akan diketahui apakah pedagang sehat atau tidak karena tidak kelihatan sehat tidaknya,” katanya.

Ida mengaku masih ada pedagang yang belum faham bagaimana proses menjalani swab test. Sehingga, mereka merasa takut saat akan menjalani swab test.

“Ada juga yang tidak takut karena mungkin sudah faham, padahal ini semua untuk menjaga keamanan bagi dirinya dan semuanya,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan hasil swab test tersebut bisa dipastikan positif atau tidak. Sementara, rapid test hasilnya hanya reaktif, sehingga belum bisa dipastikan positif atau tidaknya.

“Maka kami lebih memilih langsung melakukan swab test bagi para pedagang, agar hasilnya lebih akurat,” ucapnya.

Menurut informasi yang dihimpun radarsumedang,id Swab Tes yang dilakukan di Pasar Tanjungsari hasilnya akan di cek di labolatorum Universitas Padjadjaran (Unpad) sehingga hasilnya akan keluar setelah 3 atau 4 hari. (isl/tha)