70 Orang Penghuni Lapas Jalani Swab Tes

oleh -

KOTA – Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Kelas IIB) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Sumedang melakukan tes swab kepada penghuni lapas, yang terdiri dari warga binaan dan petugas lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, Suranto menuturkan, sebanyak 70 orang penghuni Lapas Kelas II Sumedang yang menjalani swab tes, yakni 50 petugas lapas, dan 20 orang warga binaan.

“Semua petugas lapas mengikuti tes swab ini, untuk warga binaan kami tentukan dari tiap kamar,” ucapnya Senin (27/06).

Menurutnya, petugas lapas lebih rentan terpapar Covid-19, karena setiap hari keluar masuk lapas. Sedangkan untuk warga binaan, Ia menjamin semuanya negatif Covid-19.

“Karena petugas kan setiap hari keluar masuk lapas, berinteraksi dengan banyak orang, jadi kita tidak tahu mereka terpapar atau tidak. Oleh karena itu justru kami lebih mengkhawatirkan petugas, bisa saja memaparkan Covid-19,” ucapnya.

Dikatakan, sejak pandemi Covid-19 Lapas Sumedang tidak menerima warga binaan baru. Kini jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Sumedang ada 164 orang.

“Sejak 4 bulan lalu kami sudah tidak menerima warga binaan baru, yang ada di sini semuanya orang lama,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, upaya lainnya dari pihak lapas untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan lapas adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, menyiapkan tempat cuci tangan, disinfektan, dan membagikan masker. Kemudian tidak memberlakukan jam besuk secara langsung. Pihak lapas kini memberlakukan besuk secara online.

“Kami fasilitasi besuk secara online, daring menggunakan aplikasi Whatsap Web. Setiap hari warga binaan bergantian diberi waktu 5 menit. Jadi tidak memutus silaturahmi antara warga binaan dengan keluarganya. Begitu juga dengan proses sidang dilakukan secara online,” ucapnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton mengatakan, pihaknya melakukan tes swab di lapas atas permintaan Kalapas dan atas ijin Bupati Sumedang.

“Dari catatan yang kami punya warga binaan yang ada saat ini adalah orang lama. Yang rentan adalah dari yang besuk, atau petugas yang keluar masuk lapas,” ucapnya.

Kata Reny, sempel dari tes swab akan dibawa ke Lab UNPAD Jatinangor untuk diperiksa. Hasil tes akan keluar dalam waktu 3 sampai 5 hari.

“Kalau ada yang positif pasti akan langsung diisolasi ke tempat lain, tapi mudah-mudahan semua hasilnya negatif,” ucapnya. (gun)