Dinkes Mulai Sisir Pasar Modern di Sumedang

oleh -
Petugas dari Dinkes Sumedang saat melakukan Tes Swab kepada karyawan Tokma Tanjungsari

TANJUNGSARI – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mulai melakukan tes swab secara masif di sejumlah pasar modern di Kabupaten Sumedang.

Tokma Tanjungsari dan Toserba Griya Tanjungsari menjadi lokasi yang pertama dilakukan Swab Tes. Dan sebanyak 40 orang staf beserta karyawan Tokma dan 50 orang dari Toserba Griya telah melakukan Swab Tes dengan proses pengambilan sampel berjalan lancar.

Kabid pengendalian dan pencegahan penyakit Dr Reny K Anton menyebut pasar modern dan swalayan menjadi target saat ini untuk dilakukan swab tes.

“Hari ini kita targetkan untuk 100 orang dan tadi telah dilaksanakan di Tokma 40 sampel dan di Griya 50 sampel, kemudian sampel tersebut akan dibawa ke Lab Unpad,” ujar Dr Reny usai pelaksanaan pengambilan sampel Tes Swab di Tokma Tanjungsari, Senin (6/7).

Sebelumnya, Dinkes Sumedang telah melakukan pengambilan sampel kurang lebih sebanyak 900 swab dan itu dilaksanakan di sejumlah tempat umum seperti di terminal, pasar tradisional dan sekarang di pasar modern dengan harapan semua hasilnya negatif.

“Rencananya kita akan terus menyisir pasar-pasar modern di Kabupaten Sumedang untuk di tes swab, jumlahnya sekitar sepuluh sampai dua belas lokasi,” sebutnya.

“Kita juga harus menyelaraskan ketersediaan alat swab, dan alhamdulilah sampai saat ini alat untuk swab masih bisa mencukupi,” tambah Dr Reny.

Sementara itu, Dhiki Triyono, Asisten supervisor Tokma Tanjungsari menyambut baik kedatangan dari Dinkes Sumedang dan Pemerintah Kecamatan Tanjungsari beserta unsur TNI Porli untuk melaksanakan Swab Tes di Tokma Tanjungsari.

“Intinya kami sangat berterimkasih kepada dinkes dan pemerintah kab sumedang, dengan adanya swab tes ini nanti kita bisa mengetahui apakah dari kami ada yang terpapar atau tidak, mudah-mudahan nanti hasilnya negatif,” sebutnya.

Lebih lanjut, kata Dhiki pihaknya pun terus meningkatkan pelaksanaan protokol kesehatan baik bagi karyawan dan staf maupun bagi pengunjung.

“Kita benar-benar menerapkan aturan protokol kesehatan, balita dan anak dibawah 7 tahun kita larang masuk, dan yang tidak pakai masker pun kita sarankan untuk pakai masker baru bisa masuk dan berbelanja, meski terkadang harus adu argumen dengan pengunjung yang tidak melaksanakan prokes,” sebutnya. (Isl).