Truk Bermuatan Batubara Terjun Di Cadas Pangeran

oleh -

KOTA – Akibat sopir mengantuk, sebuah truk pengangkut batu bara mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bandung Cirebon kawasan Cadas Pangeran, tepatnya di Kampung Singkup, RT 01 RW 01, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Rabu (8/7/2020).

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Truk nomor polisi D 9057 BA tersebut masuk jurang setinggi 10 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi saat truk yabg dikendari Sutarno (56) dan membawa istrinya Pupu Sundari (42) serta anaknya Ardiansyah (3) itu melaju dari arah Cirebon menuju Kota Bandung melaju dari arah Cirebon menuju Kota Bandung, menabrak pembatas jalan, kemudian terperosok ke pemukiman warga. Truk terguling tepat di halaman rumah milik warga setempat yakni, Zaini Rahman (39).

Zaini menuturkan, saat kejadian terdengar suara gemuruh yang cukup keras.

“Kejadiannya pas saya bangun tidur, kirain saya pohon tumbang, pas dilihat dari rumah ternyata mobil jatuh kesini,” ujar Zaini di lokasi kejadian, Rabu (8/7/2020).

Beruntung truk bermuatan batu bara itu tidak sampai menimpa rumahnya, karena sebelumnya sempat tersangkut di pembatas jalan di atas tebing, kemudian tak lama setelah itu jatuh ke dekat halaman rumahnya.

“Iya, tidak sampai (menimpa rumah) karena ada pohon. Hanya ada empat pohon saja yang tumbang,” katanya.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa, sopir dan penumpangnya pun hanya mengalami luka-luka. Penumpang truk yang masih satu keluarga hanya mengalami luka-luka.

“Alhamdulillah selamat, gak ada apa-apa. Iya, itu satu keluarga, kondisinya hanya anak 5 tahun yang mengalami luka-luka sedikit,” ucap Zaini.

Kasatlantas Polres Sumedang AKP Yudiono mengatakan, bahwa penyebab kecelakaan mobil truk tersebut diduga karena sang sopir mengantuk.

“(Kecelakaan) akibat mengantuk, tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi saja,” ujarnya.

Hingga berita ini dibuat pihaknya belum bisa melakukan evakuasi mobil truk yang mengalami kecelakaan tersebut, karena medan yang cukup sulit dan harus menggunakan alat berat.

“Kami bantu pam (pengamanan) proses evakuasi, rencananya besok,” ucapnya. (gun)

oleh