Mulai 1 Agustus 2020 Hiburan di Hajatan Boleh Dilaksanakan, Berikut Syarat Yang Harus Disiapkan

oleh -

SUMEDANG – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Sumedang akhirnya menetapkan per 1 Agustus 2020 semua bentuk hiburan dalam resepsi hajatan masyarakat boleh dilaksanakan.

Jalan tengah agar penggiat seni dapat kembali pentas namun tetap aman dari Covid dengan jargon khas AKB di Sumedang yakni ‘Masyarakat Produktif, Protokol Kesehatan Efektif dan Aman dari Covid’ akhirnya dipilih dan disepakati bersama.

Itu diputuskan lantaran sebelumnya para pihak yang berkepentingan dalam berbagai resepsi hajatan masyarakat meminta kepastian kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang kaitannya dengan izin pentas.

“Gugus Tugas sudah menyetujui mulai 1 Agustus boleh melaksanakan hiburan. Tapi untuk sementara hanya siang saja ya, belum malam,” ujar Kadisparbudpora Hari Tri Santosa kepada wartawan, Senin (13/7) petang.

Kata Hari, dalam sesi rapat sosialisasi penyelanggaraan resepsi pernikahan dan hiburan yang dilaksanakan di halaman parkir Disparbupora, Senin (13/7) kemarin, telah ditentukan bahwa nantinya pemohon izin hiburan harus membuat surat pernyataan di atas materai.

Pernyataan yang dimaksud kata Hari yaitu, siap melaksanakan hajatan atau resepsi dengan standar Covid.

Selain itu pemohon juga harus membuat satuan tugas panitia hajat yang bertugas untuk mengingatkan pengunjung yang datang untuk tetap menggunakan protokol kesehatan. Kemudian membuat izin, mulai dari RT, RW ke Desa, Desa ke Satgas (Covid) Kecamatan.

“Satgas Kecamatan nanti memberikan rambu-rambunya nanti ke pemerintah kecamatan untuk izin rame-rame biasa. Baru terakhir ke Gugus Tugas Kabupaten yang ditunjuk yaitu Satpol PP. Habis itu keluarlah izin,” papar Hari.

Sementara Ketua Aliansi Penyelenggara Pernikahan (APPS) Sumedang, Wok Bachman menyambut baik adanya keputusan tersebut.

“Alhamdulillah tadi sudah ada keputusan, bahwa hiburan di dalam resepsi pernikahan sudah boleh dilakukan mulai tanggal 1 Agustus 2020, apa pun jenis genre musiknya. Tapi dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan,” katanya dihubungi via sambungan WhatsApp.

Dikatakannya dalam sesi hiburan, pengunjung dilarang keras untuk berkerumun, tidak joged dan tidak melakukan saweran. Sehingga lantunan musik yang disajikan hanya bisa dinikmati dengan mata dan telinga saja.

“Sebetulnya untuk saweran itu banyak alternatifnya. Salah satunya nanti disiapkan wadah khusus untuk simpan amplop saat ada yang request lagu,” tandasnya. (jim)

oleh