Tolak RUU HIP, Ribuan Massa Melakukan Long March dari Alun-alun Sumedang ke Bundaran Alamsari

oleh -

SUMEDANG – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) Sumedang kembali turun ke jalan menyuarakan aspirasinya menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Massa yang terdiri dari berbagai unsur Ormas Islam, LSM, organisasi kepemudaan (OKP) hingga mahasiswa ini dipusatkan di depan Gedung DPRD Kab. Sumedang, Minggu (12/7) pagi.

Sejumlah perwakilan massa aksi pun tampak menyuarakan aspirasinya didepan lautan massa. Selain itu juga dibacakan pernyataan sikap bersama berkaitan dengan aspirasi dari seluruh massa aksi.

“Kami menolak RUU HIP, dimana disinyalir itu akan membangkitkan paham komunis. Sehingga kami mempunyai sejarah kelam akan paham itu. Kami menuntut agar RUU HIP ini dicabut dari Prolegnas,” ucap Ketua Gerakan Reformis Islam Dedi Mulyadi kepada sejumlah awak media di sela aksi.

Tak hanya itu pihaknya juga menuntut kepada DPRD Kab. Sumedang agar mengusut dalang pembisik RUU HIP di Senayan Jakarta.

“Sehingga kami warga masyarakat Kabupaten Sumedang menyatakan RUU itu harus dibatalkan, dan mengusut tuntas insiator perancang RUU HIP. Karena jelas itu akan menjadi gejolak bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian Dedi menyayangkan adanya sejumlah pihak yang menghalangi niat dari sebagian massa aksi yang akan mengikuti aksi damai ini.

“Ini yang tercatat oleh kita hampir seribu lebih, dan ini sudah mewakili semuanya. Meskipun ada beberapa ikhwan-ikhwan kita yang terhadang oleh isu-isu yang beredar, bahwasanya aksi ini tidak resmi. Padahal aksi ini resmi dan itu sudah disetujui oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Sementara pantauan Radar Sumedang usai membubarkan diri dari Gedung DPRD, massa aksi langsung bergerak ke jalan protokol untuk melakukan long march dari Alun-alun Sumedang ke Bundaran Alamsari. (jim)

oleh