Hati-hati Akun Palsu Facebook Catut Wabup Erwan

oleh -
Pernyataan klarifikasi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan yang menunjukkan adanya akun palsu yang mengatasnamakan dirinya.

SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan mengaku kaget bukan main setelah baru-baru ini beredar satu akun jejaring media sosial Facebook yang mengatasnamakan dirinya muncul secara tiba-tiba di kalangan pengguna Facebook Sumedang.

Foto profil yang dipasang pun betul-betul mirip dengan foto yang dipakai akun resmi Erwan yaitu foto dirinya saat akan dilantik dengan pakaian PDU.

Padahal akun Facebook resmi miliknya selama ini hanya satu yang berisikan kegiatan-kegiatannya setiap hari.

Alhasil dalam unggahannya hari ini di laman Facebook dan Instagram miliknya Erwan menginformasikan kepada warga masyarakat Kabupaten Sumedang yang notabene pengguna Facebook agar berhati-hati jika ada pihak yang mengatasnamakan dirinya.

“Hati-hati bagi pengguna Facebook khususnya warga Sumedang. Karena akhir-akhir ini, saya banyak menerima laporan bahwa ada akun Facebook dengan nama dan foto saya. Hati-hati apabila meminta nomor HP/WhatsApp atau sesuatu,” tulis Erwan Rabu (15/7).

Menanggapi akan hal itu, Ketua Tim Balad R-One yang juga salah satu tim komunikasi Wakil Bupati Sumedang, Deni Hidayat mengatakan, belakangan ini banyak para pengguna Facebook di Sumedang yang mengaku resah dengan keberadaan akun Facebook bernama Erwan Setiawan yang diduga merupakan akun palsu (fake account).

Alih-alih muncul secara tiba-tiba tanpa ada angin apapun, akun palsu ini jutsru kerap meminta pertemanan secara acak kepada sejumlah warga pengguna Facebook lainnya.

“Jadi berdasarkan keterangan dari beberapa pengguna facebook, ada akun Facebook bernama Erwan Setiawan mengirim pesan dan meminta Nomor WA. Korban curiga dan mengkonfirmasi terlebih dahulu ke Tim Wabup, dan benar bahwa ternyata akun FB tersebut palsu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/7).

Dikatakannya, setelah diamati selama beberapa hari, ternyata, sudah banyak orang yang dikirimi pesan dan seolah memaksa agar mencantumkan nomor telepon oleh akun palsu itu.

Dengan kata lain kata Deni, sudah barang tentu akun tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

“Ini jelas penipuan karena akun tersebut menggunakan nama dan foto orang lain tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Sehingga ditakutkan akan disalahgunakan,” ucapnya.

Atas dasar itu, hingga saat ini pihaknya masih melakukan analisa. Bahkan jika perlu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Sekarang kita masih melakukan penelusuran dan mengumpulkan bukti. Mudah-mudahan pelakunya cepat ketemu. Karena nanti setelah selesai akan kami laporkan kepada Pihak berwenang,” jelas Deni. (jim)

oleh