Semua Bergerak Menekan Angka Stunting

oleh -
TRI BUDI SATRIA/RADAR SUMEDANG PERCONTOHAN: Camat Rancakalong Ili menunjukkan percontohan pemanfaatan pekarangan di halaman kantornya.

RANCAKALONG – Upaya menekan angka stunting terus dilakukan Camat Rancakalong Ili secara kolaboratif melibatkan unsur terkait lainnya. Di antara upaya tersebut menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) dari UPDB UPK Rancakalong di setiap desa wilayah kecamatan setempat yang masing-masing untuk 10 orang anak.

“PMT yang bergizi ini diberikan setiap hari selama dua bulan untuk anak-anak dari KK miskin dan tablet penambah darah untuk ibu hamil,” sebut Ili pada Kamis (23/7). Selain bantuan dari UPK Rancakalong turut dibantu dari UPZ Baznas.

Masih dalam program penanganan stunting, pihaknya merencanakan pemeriksaan kualitas air bersih di beberapa titik sumber air minum untuk diuji ke laboratorium. Terutama titik sumber air bersih yang berada di Desa Nagarawangi dan Sukasirna.

“Karena dari 10 desa di Kecamatan Rancakalong, stunting paling tinggi terdapat di Nagarawangi dan urutan kedua Desa Sukasirna,” terangnya.

Tidak hanya itu, program pemberdayaan secara bertahap dan donasi memberikan pembelajaran budidaya jamur, ternak burung puyuh dan ikan air tawar serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi terutama vitamin dan protein bagi masyarakat disana.

“Program jangka pendeknya untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat dan jangka panjangnya untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” paparnya.

Dia mengulas, pada akhir 2018 lalu angka stunting di Kecamatan Rancakalong tercatat paling tinggi di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumedang yang mencapai 26 persen. Sedangkan pada akhir 2019 berhasil menekan angka stunting menjadi 19 persen.

“Idealnyayaangka stunting itu di bawah 14 persen dari seluruh anak-anak yang ada di kecamatan. Maka dari itu, semua kita disini bergerak menekan angka stunting,” tandasnya.

Tim percepatan penanganan stunting di Kecamatan Rancakalong sudah dibagi tiga sesi. Sesi pertama pendataan dan advokasi, sesi kedua pemberdayaan melibatkan donatur dan tenaga ahli serta pendampingan. Sedangkan sesi ketiga adalah monitoring dan evaluasi (monev). (tri)

oleh