Kisah Jafar Sidik Pelajar SD Penjual Es buah Keliling

oleh -

KOTA – Membawa wadah penyimpanan gelas plastik atau cup berisi es buah kini menjadi keseharian Jafar Sidik (11). Tanpa menghiraukan panas terik matahari, bocah yang duduk di bangku Kelas 6 SDN Panyingkiran 2 ini menjajakan es buah buatan ibunya dengan cara berkeliling, keluar masuk gang sempit daerah sekitar tempat ia dan keluarganya tinggal di Lingkungan Lembur Tengah RT 03 RW 17 Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara.

Kepada Radar Sumedang, Jafar mengaku menjajakan es buah karena ingin membantu perekonomian keluarganya. Jafar sudah berjualan es buah dengan cara berkeliling selama sebulan terakhir.

“Ingin bantu Ibu untuk kebutuhan sehari-hari, jualan es buah ini sejak bapak kerja di Bandung jadi kuli bangunan. Apalagi sekarang juga belum masuk sekolah,” kata Jafar, Rabu (12/8).

Setiap harinya Jafar bisa menjual es buah rata-rata 40 sampai 50 cup. Jika ibunya sibuk mengasuh adik Jafar yang masih bayi, Jafar juga ikut membantu mengemas es buah untuk dijual. Biasanya Jafar berjualan di wilayah Cilengkrang, Assalam, hingga Koramil Kota.

“Sekali jalan bawa 10 cup, kalau habis langsung ngambil lagi ke ibu. Setiap hari bisa 5 kali jalan, satu cup harganya Rp 3.000,” ujarnya.

Jafar mengatakan, semua hasil penjualan es buah diberikan kepada ibunya untuk modal dagang makanan anak-anak di teras kontrakannya.
“Uangnya dikasih ke ibu buat beli kuota untuk belajar daring, sama bayar token listrik,” katanya.

Jafar mengaku tidak malu berjualan es buah. Sebab ia bertekad ingin membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Meski demikian Jafar mengaku banyak anak lain seusianya yang membully saat ia sedang berjualan.
“Suka ada yang jahil juga, tapi ga pernah dipikirin, biarkan saja,” ucapnya.

Orang tua Jafar, Neneng Fatimah (32) mengatakan tidak pernah meminta Jafar berjualan. Jafar membantu menjual es buah atas inisiatif sendiri. Meski demikian, kata Neneng, Ia merasa terbantu dengan kemauan Jafar berjualan es buah keliling. Untuk kontrakan, Neneng harus membayar sebesar Rp. 500 ribu per bulan.

“Sudah pernah disuruh ga usah jualan lagi, tapi anaknya tetap pengennya gitu (jualan). Dia jualan biasanya dari jam 10.00 sampai jam 6 sore,” ucapnya. (gun)