Agar Ekonomi Tetap Stabil, Prokes Harus Diperketat

oleh -
Ketua PHRI Sumedang H. Nana Mulyana

SUMEDANG – Meningkatkanya kasus Covid-19 di Kabupaten Sumedang, meninbulkan keprihatinan banyak orang termasuk Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang.

“Terkait kondisi Covid pada saat ini memang serba susah, karena ekonomi sudah kolap sementara kasus Covid 19 masih meningkat terus, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
sudah tidak mungkin diberlakukan, karena akan berdampak semakin hancurnya ekonomi, ekonomi tidak akan bangkit kalau Covid 19 masih meningkat,” Ketua PHRI Sumedang H. Nana Mulyana. Selasa (18/08).

Nana menambahkan satu-satunya cara mengatasi itu semua dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, didahului oleh para pejabat pemerintah, jangan sampai terjadi kembali seperti yang terjadi di Secapa AD, Gedung Sate yang harus ditutup selama 4 hari dan DPRD Jabar yang harus ditutup 14 hari.

“Sosialisasi harus ditingkatkan, test Swab harus diperbanyak, berkumpul massal seperti di pusat-pusat keramaian, destinasi wisata, hotel-hotel, pusat perbelanjaan harus ada tanggung jawab dalam  kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan, kalau perlu jika melanggar ada sanksinya,” katanya.

Selain itu, kata ia, Satgas dimasing-masing destinasi, restoran dan hotel harus ditingkatkan kompetensina dan diberikan pelatihan standar penanganan covid 19.

“Kalau kita perhatikan hari kemaren dan hari ini ramainya wisatawan lokal dari beberapa daerah lainya, hotel-hotel terisi laku 40% destinasi 50% memberikan perkembangan positif, tetapi kita juga khawatir karena wisatawan yang  datang belum tentu aman dari covid 19 untuk itu protokol kesehatan harus betul- betul di jalankan dan tidak boleh lengah,” tambahnya.

Dengan kekhawatiran terjadi, lanjut ia, justru ditempat-tempat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

“Untuk itu kami mohon agar dinas terkait segera melakukan pembinaan dan kontrol yang lebih ketat,” tutupnya. (tha).

oleh