Selain Ditutup, 1200 Karyawan RSUD Sumedang Akan Jalani Tes Swab

oleh -
PENYEMPROTAN : Petugas dari PMI Sumedang saat menyemprotkan cairan disinfektan didepan RSUD Sumedang

KOTA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang akhirnya dilakukan penutupan pada semua layanan rawat jalan selama dua hari menyusul banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab test.

Penutupan RSUD Sumedang tersebut dilakukan mulai Selasa (18/8) dan Rabu (19/8) untuk mencegah penyebaran virus korona dan untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri mengatakan penutupan layanan rawat jalan di RSUD Sumedang guna dilakukan pengkajian, apakah RSUD Sumedang harus dilakukan penutupan sepenuhnya atau tidak.

Pantauan di lapangan, PMI Sumedang langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di RSUD.

“Kenapa (penutupan) 2 hari, karena akan dilakukan pengkajian, penelaahan apakah ke depan RSUD Sumedang harus dilakukan penutupan atau tidak,” kata Iwa, Selasa (18/8).

Kata Iwa, penutupan layanan rawat jalan RSUD tersebut guna menekan tingkat penularan Covid-19. Sebab, dari 78 total kasus positif Covid-19 di Sumedang, 40 kasus diantaranya adalah tenaga kesehatan (nakes).

“Sampai hari ini jumlah nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 40 orang, 31 orang nakes yang bekerja di RSUD, dan sembilan orang lainnya nakes Puskesmas. Jadi dari total kasus, nakes paling dominan,” ujarnya.

Lebih jauh Iwa mengatakan, semua pegawai RSUD Sumedang yang berjumlah 1200 lebih akan menjalani tes swab. Saat ini sudah sebanyak 400 orang pegawai RSUD sudah menjalani tes usap.

“Dari 400 orang itu belum semua hasilnya keluar, tapi sudah banyak yang positif. Tapi kami masih akan terus melakukan tracing dan screening kepada semua karyawan RSUD secara bertahap,” ucapnya. (gun)

oleh