Erwan Minta Dinas Koperasi dan UMKM Sumedang Untuk Bantu Pelaku UMKM Bangkit

oleh -

Radarsumedang.id – Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang membantu membangkitkan kembali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumedang. Menurutnya wabah virus korona membuat sektor UMKM terpuruk.

“Semua sektor terkena imbas (Covid-19), salah satunya UMKM, omset mereka berkurang, bahkan karyawan juga berkurang,” kata Erwan, saat meninjau tempat produksi Opak Oded di Kecamatan Conggeang.

Erwan mengatakan, sebagai bentuk perhatian, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah menggulirkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta untuk masing-masing pelaku UMKM. Adapun syarat UMKM mengajukan bantuan adalah pelaku usaha mikro sedang tidak menerima kredit modal kerja dari perbankan (unbakable). Lalu pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan anggota TNI/Polri dan bukan pegawai BUMN/BUMD.

“Saya rasa persyaratannya tidak terlalu memberatkan,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, Deni Tanrus menyebutkan ada sekitar 16 ribu pelaku UMKM di Sumedang yang sudah mengajukan bantuan tersebut.

“Seluruh Indonesia total ada 12 juta pelaku UMKM, di Sumedang sendiri ada sekitar 16 ribu pelaku UMKM yang harus kami fasilitasi,” katanya.

Kata Deni, dengan terbatasnya kuota tersebut, maka pelaku UMKM harus berlomba lebih dulu mengajukan bantuan tersebut, by name, by addres, dan by product.

“Sudah tanggung jawab kami mempromosikan lebih lanjut produk UMKM di Sumedang agar bisa bangkit lagi seperti semula,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Forum UMKM Tanjungsari, Andri Sofyan Permana mengakui saat ini akibat pandemi virus corona, pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang sangat terdampak sehingga sangat butuh campur tangan pemerintah untuk membangkitkan kembali UMKM.

“Kita sangat bersyukur, bahkan sebelumnya pa Bupati Sumedang telah mengeluarkan surat edaran berisi agar masyarakat dan para pegawai Pemda di Kabupaten Sumedang membeli produk-produk hasil UMKM lokal yang ada di Sumedang,” sebutnya.

Lanjut Andri, sebagai pelaku UMKM yang juga pengurus forum UMKM di Kabupaten Sumedang pihaknya tengah membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan dengan cara mengumpulkan data data sesuai arahan dari Dinas.

“Kami disini hanya membantu memfasilitasi para pelaku UMKM untuk pengajuan persyaratan kepada Dinas, dan kami tidak sebagai penentu apakah UMKM tersebut akan mensapat bantuan atau tidak, karena pengajuan tersebut akan di verifikasi kembali oleh Dinas terkait maupun dari kementrian Kperasi dan UMKM,” kata Andri.

Sementara itu, Pemilik Opak Oded, Dudang mengatakan akibat pandemi Covid-19 pihaknya rugi hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, Ia terpaksa merumahkan puluhan karyawannya akibat pandemi. Sebelum pandemi karyawan opak Oded berjumlah 80 orang, namun kini hanya 50 orang. Kini, Ia mengaku membutuhkan bantuan modal agar usahanya tetap bertahan.

“Banyak yang kami perlukan untuk membangkitkan kembali usaha kami, karena kami punya tanggung jawab sosial kepada karyawan, jadi sebisa mungkin harus bertahan,” ucapnya. (gun)