Alhamdulillah, Pasien Positif Covid-19 di Sumedang Banyak yang Sembuh

oleh -
Ilustrasi

Radarsumedang.id – Tren penurunan kasus positif Covid-19 kini semakin terlihat. Terpantau sejak kasus positif Covid-19 melonjak tinggi pada pertengahan Agustus 2020, kini semakin hari tingkat kesembuhan di Kabupaten Sumedang semakin banyak.

Meski sempat terjadi penambahan kasus pada tanggal 27 dan 28 Agustus kemarin (sebelumnya jumlah kasus positif sebanyak 8 orang) satu orang. Namun rupanya pasien positif dari Cimalaka, Sumedang Utara dan Selatan telah dinyatakan sembuh.

Sehingga per hari ini jumlah angka kesembuhan di Sumedang mencapai 84 orang dari total kasus positif 90 orang sehingga kini jumlah kasus positif Covid-19 di Sumedang tinggal 5 orang lagi yakni dari Kecamatan Jatinangor 1 orang, Rancakalong 1 orang, Sumedang Selatan 2 orang dan Sumedang Utara 1 orang.

Dikonfirmasi, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan, jumlah itu menyusul satu orang pasien positif Covid-19 berjenis kelamin perempuan dinyatakan sehat setelah menjalani isolasi mandiri. Adapun satu pasien sembuh terakhir berinisial MK (54) asal Kecamatan Sumedang Selatan.

“Alhamdulillah, dengan penambahan sebanyak 1 orang pasien perempuan tersebut, kini total pasien yang telah dinyatakan sehat telah mencapai 84 orang,” kata Iwa, Minggu (30/8).

Dengan demikian lanjut Iwa, persentasi kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Sumedang terus meningkat.

“Mudah-mudahan yang sembuh terus bertambah dan tidak ada tambahan kasus lagi di Sumedang. Saat ini lima orang yang positif, empat orang diantaranya sedang diisolasi di RSUD Sumedang dan satu lagi menjalani isolasi mandiri dirumahnya,” ujarnya.

Berkaca dari update sebaran kasus hari ini, dirinya mewanti-wanti agar warga masyarakat Kabupaten Sumedang terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Supaya Covid-19 di Sumedang cepat berlalu.

“Masyarakat diimbau untuk terus menggalakan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB),” tandasnya. (jim)