Hanya Berbekal Kartu BPJS Kesehatan, Operasi Caesar Mela Tanpa Biaya

oleh -

KOTA – Proses persalinan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh setiap ibu yang tak sabar untuk menyambut kehadiran sang buah hati. Namun terkadang, momen tersebut dapat membuat khawatir bagi beberapa keluarga dikarenakan proses persalinan berdampak kepada kondisi keuangan dari sebuah keluarga.

Apalagi bagi mereka yang harus menjalani persalinan caesar, pasti harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Namun berbeda cerita dengan Mela Ameliani (19), warga Dusun Jingkang Kec. Tanjungmedar Kab. Sumedang, yang menjadi peserta JKN-KIS dalam menjalani proses persalinan pertamanya. Hanya berbekal kartu JKN-KIS, ia menyebut proses persalinannya menjadi lancar dan tak dipungut biaya.

“Seluruh biaya persalinan telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Berbeda dengan biaya persalinan umum tanpa JKN-KIS yang bisa menghabiskan banyak biaya hingga jutaan bahkan belasan juta rupiah,” ujar Mela.

Lebih lanjut, kata Mela, saat hendak proses operasi caesar dirinya tidak memikirkan biaya dan membuat Mela dapat fokus pada kondisi keselamatan serta kesehatan ia dan calon bayinya.

Mela yang hanya sebagai ibu tangga itu terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Mela juga mengapresiasi perawatan oleh tenaga medis di salah satu Rumah sakit Umum di Sumedang yang sigap melayani persalinannya hingga pasca persalinan. Berdasarkan pemeriksaan dokter, bayi sungsang jadi harus penanganan yang serius dari tim medis, sehingga Mela dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan caesar.

“Saya mengikuti anjuran dokter untuk bersalin di rumah sakit, pelayanannya juga sudah baik. Fasilitasnya pun memadai, saya bersyukur bisa mendapat banyak manfaat menjadi peserta JKN-KIS,” sahutnya.

Mendukung sepenuhnya Program JKN-KIS ini, ia juga segera mendaftarkan buah hatinya menjadi peserta JKN-KIS. Pada akhir sesi cerita pengalamannya, ia berharap Program JKN-KIS dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang kesulitan mengakses pelayanan kesehatan, agar tidak lagi terkendala biaya yang mahal.

“Setelah anak saya lahir, saya daftarkan anak saya menjadi peserta JKN-KIS agar ia selalu terjamin kesehatannya. Saya berterimakasih sekali pada BPJS Kesehatan, semoga Program JKN-KIS ini terus berlangsung agar dapat membantu perjuangan persalinan ibu-ibu lainnya,” kata Mela. (Isl/rls).