Kini Bayar Ongkos Angkot Bisa Melalui Digital

oleh -
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat memperkenalkan sistem pembayaran digital Digicash khusus untuk pembayaran angkutan umum dan Bus wisata Tampomas di Gedung Negara, Kamis (3/8).

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi telah menerapkan sistem pembayaran digital pada sejumlah angkutan kota (angkot) di Kota Sumedang.

Melalui sebuah program yang diluncurkan dari salah satu Bank BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para supir angkot akan mengantongi selembaran yang bisa dipindai (scan QR Code) via aplikasi oleh pengguna smartphone android.

Ketua DPC Organda Kabupaten Sumedang Dicky Soeharto mengatakan, untuk sementara ada 10 angkot yang sudah dipasangi lembaran pemindai QR Code. Sehingga supaya menyeluruh pihaknya memastikan digitalisasi pembayaran ongkos angkot ini dilakukan secara bertahap.

“Saya harap harus seluruhnya, karena bagaimanapun kita harus bisa menyikapi era digital,” kata Dicky kepada Radar Sumedang disela launching aplikasi yang dimaksud.

Dikatakan, meskipun kendalanya semua anggota KKU belum paham semuanya dengan sistem ini. Namun kedepan jika sudah terbiasa dirinya meyakini semua akan paham pada waktunya.

“Mudah-mudahan setahap demi setahap semua KKU yang berjumlah 33 KKU ini bisa paham dan bermanfaat bagi para awak angkutan yang sedang terpuruk di masa pandemi ini,” ujarnya.

Salah satu perwakilan KKU angkot 07, Hendra menuturkan, sejak pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dalam beaktifitas masyarakat masih menyimpan stigma bahwa segala hal yang disentuh di fasilitas umum rentan penyebaran virus. Termasuk saat membayar ongkos angkot dengan uang cash (tunai) yang setiap waktu berputar dari tangan ke tangan.

“Dengan memakai teknologi dan hanya ditempelkan pada barcode yang di pasang di angkot, penumpang tidak perlu susah mengeluarkan uang dan hal ini bisa mengatasi masalah penyebaran covid 19,” tuturnya.

Ia pun berharap dengan memanfaatkan teknologi digital dalam hal pembayaran ongkos angkot diharapkan pendapatan para awak supir angkot bisa normal kembali seperti sedia kala. Terlebih diakuinya pandemi telah berdampak pada pendapatan sopir sehari-hari.

Meskipun diakui Hendra, untuk tahap pertama belum semua angkot bisa menerapkan pembayaran secara digital. Mengingat saat ini masih terbatas pada pengurus setiap KKU dulu.

“Semua KKU akan mensosialisasikan kegiatan ini pada semua anggotanya. Sehingga kedepannya mungkin semua angkot pembayarannya secara digital. Namun demikian kami pun masih menerima pembayaran secara manual seandainya ada penumpang yang belum memanfaatkan teknologi tersebut,” jelasnya.

Sementara Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyebutkan, selain akan dipasang di angkot sistem pembayaran digital yang dinamakan Digicash ini juga bisa dilakukan untuk membayar tiket bus wisata Tampomas.

Transaksi non tunai ini sebut Bupati merupakan hasil kerja sama antara Pemda, Bank dan Organda. Sehingga diharapkan metode pembayaran yang dilakukan secara non tunai dapat mempermudah dan menjadi suatu solusi terbaik ditengah pandemi.

Pembayaran digital ini, disampaikan Bupati juga sesuai dengan visi Sumedang Simpati dan misi Sumedang menuju digital region.

Alhasil pendampingan dan penyediaan layanan khusus untuk pengguna awal disarankan harus segera tersedia, agar masyarakat yang kesulitan dapat langsung bertanya.

“Diawal pasti menghadapi kendala. Namun nanti akan mudah dengan sendirinya, sehingga harus ada pendampingan layanan atau pos khusus untuk mempermudah awak angkutan umum yang dikordinasi oleh Bank,” tandasnya. (jim).

oleh