Warga Resah Info Hoaks Razia Pol PP di Sumedang

oleh -

Radarsumedang.id – Sejumlah warga di Sumedang mengaku resah dengan adanya informasi akan adanya razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang terhadap para siswa yang keluar rumah dimalam hari. Dan informasi tersebut beredar luas di grup WhatsApp pada Jum’at (4/8).

Disitu tertulis bahwa ada sejumlah orang yang menghimbau agar melindungi putra-putrinya akan bahaya yang akan mengintai pada malam hari. Bahkan dalam informasi yang dibagikan itu telah mencatut nama lembaga pemerintah seperti Satpol-PP.

Berikut pesan yang diterima Radar Sumedang dari sejumlah orang yang mengaku resah dengan hal ini.

“Assalamualaikum wr wb.
Bp ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai nanti malam dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena bapak Wali kota bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dg membawa mobil GDS/ Gerakan Disiplin Siswa. bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina , wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter . Mohon untuk di Share di Paguyuban hari ini juga. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb

Sontak kabar ini langsung ramai dikalangan pengguna media sosial Facebook bahkan di beberapa grup Facebook Sumedang yang mengaku mendapat informasi serupa.

“Saya heran kemarin-kemarin ada yang nyebar informasi seperti ini dan menyebar luas di Sumedang. Pas saya baca dua kali ternyata ada kata ‘walikota’, padahal di Sumedang mah bukan walikota tapi Bapak Bupati. Sehingga saya meyakini ini hoaks, karena saya dapat info klarifikasi dari kominfo Purwakarta,” kata salah seorang warga, Ricky kepada Radar Sumedang via sambungan WhatsApp, Jum’at (4/8).

Menanggapi hal itu Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol-PP Kabupaten Sumedang Yan Mahal Rizzal memastikan, bahwa informasi tersebut jelas hoaks.

“Setelah kami laporkan kepada Pak Kasatpol PP, atas berita tersebut tidak benar adanya. Untuk Satpol PP sendiri hanya melaksanakan kegiatan penerapan sanski administratif Perbup Nomor 74 Tahun 2020. Kami tegaskan sampai saat ini belum ada perintah dan petunjuk dari Bapak/Ibu Bupati Sumedang, karena jelas disitu disebutkan ada walikota, sedangkan di Sumedang bukan walikota melainkan Bupati,” kata Rizzal dihubungi via sambungan WhatsApp, Jum’at (4/8) petang.

Lebih lanjut, pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di jejaring media sosial. Mengingat pelaku bisa dijerat UU ITE.

“Kami minta kepada masyarakat agar lebih waspada dengan informasi atau kabar bohong yang bisa datang kapan saja, apalagi saat pandemi. Karena sudah banyak pelaku yang ditangkap dan berakhir di jeruji besi,” pintanya. (jim)