Stekholder Bantu Pemutakhiran Data BPJS Kesehatan Sumedang

oleh -

Radarsumedang.id – BPJS Kesehatan Cabang Sumedang bersama Dinas Sosial, Disdukcapil dan Dinas Kesehatan Sumedang menggelar pertemuan rekonsiliasi kepesertaan guna menyempurnakan dan memutakhiran data berdasarkan masterfile BPJS Kesehatan, Senin (07/09).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Fitriana Salam mengungkapkan penyelenggaraan Program JKN-KIS memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mengumpulkan data sebagai acuan dalam merumuskan masalah.

“Seperti yang diketahui bersama bahwa Program JKN-KIS memerlukan banyak sumber sebagai acuan dalam merumuskan masalahan dan menetapkan solusi terbaik. Maka pertemuan ini diharapkan dapat menyempurnakan data dari stakeholder baik dari sisi jumlah dan entitasnya. Kegiatan ini sangat penting karena menjadi dasar kami untuk penyempurnaan data yang sudah ada. Apabila data yang dimasukkan itu baik maka tentunya akan menghasilkan data yang baik pula,” ujar Fitriana.

Disamping itu, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Dwierdiana menyebut, dari total 6.719 peserta di Kab. Sumedang dengan NIK kosong atau tidak sesuai Dukcapil peserta yang sudah mengakses sebanyak 2.483 peserta dan yang belum melakukan akses pelayanan sebanyak 4.236 peserta. Ia mengatakan kegiatan pertemuan yang dilaksanakan juga dimanfaatkan untuk mencocokkan data peserta dari ASN dan Dinas Sosial, Disdukcapil, yang ada hubungan dengan pelayanan kesehatan.

“Kegiatan ini juga untuk singkronisasi dan rekonsiliasi dengan data kependudukan dari disdukcapil karena data utama BPJS Kesehatan menggunakan inquery nomor induk kependudukan (NIK), untuk itu harapan kami hasil pertemuan ini dapat menjadi acuan untuk penyempurnakan data kepesertaan di BPJS Kesehatan,” tambah Dwierdiana.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Disdukcapil Sumedang Gunawan menuturkan bahwa sumber dan pengelolaan data yang baik tentunya akan menghasilkan data yang akurat. Dirinya mengatakan tugas dan mutasi sangat perlu keakuratan data terutama NIK dan Kartu Keluarga selalu terjadi. Sehingga, dirinya berkomitmen akan terus menginformasikan kepada BPJS kesehatan Cabang Sumedang untuk sellau mengupdate apabila ada perubahan data.

“Hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk selalu mengedukasi seluruh jajaran agar melaporkan apabila terdapat perubahan data. Apalagi kami tahu bahwa BPJS Kesehatan memiliki ketentuan bahwa setiap ada perubahan itu harus dilaporkan baik itu perubahan anggota keluarga, mutasi, pindah domisili dan pangkat atau golongan, dengan keakuratan data sangat di perlukan di berbagai instansi, dengan salah 1 huruf aja, bisa fatal,” kata Gunawan. (Rls/isl).