Dua Sekolah Menengah di Sumedang Bakal Dijadikan Percontohan KBM Tatap Muka

oleh -
Ilustrasi : Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka

KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan membuka di masa pandemi Covid-19. Rencananya akan dibuka 2 sekolah tingkat SMA dan SMK dulu sebagai percontohan. Salah satu sekolah yang akan dibuka adalah SMAN 1 Sumedang.

“Sebelum membuka sekolah kami akan terlebih dahulu membuka dua sekolah sebagai sekolah percontohan untuk melihat sejauh mana cara melakukan sekolah di tengah pandemi Covid-19,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, di Jatinangor, Rabu (9/9).

Dikatakan, dua sekolah yang akan menjadi percontohan yakni sekolah yang rekomen dari Pemprov Jabar.

“Sekolah itu nantinya menjadi semacam percobaan untuk melakukan KBM,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut Dony, sekolah di Sumedang belum diperbolehkan mengadakan KBM tatap muka, guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Karena, sekolah itu kan banyak sekali siswa, dikhawatirkan kalau ada apa-apa kan penyebarannya cepat dan anak-anak ini kan memang pengendalian dirinya berbeda dengan orang dewasa,” katanya.

Kebijakan ini, kata Dony, dilakukan karena menilai penyebaran virus korona sangat rentan terhadap anak-anak, terutama bagi guru yang akan mengajar anak muridnya itu harus benar-benar sehat dan terbebas dari Covid-19.

“Tentunya, bahkan saya baru makin tersadarkan ketika dapat informasi dari televisi di Surabaya itu dari sekian ribu yang di swab 10 persennya positif Covid-19 itu guru,” ucap Dony.

Maka dari itu, pihaknya akan melakukan swab test masif terhadap seluruh guru di Kabupaten Sumedang, terutama bagi guru yang akan menggelar KBM tatap muka.

“Jadi itu pasti harus ada, gurunya di tes swab dulu sehingga memberikan rasa aman bagi siswanya,” ucapnya

Selain itu, sebelum siswa mengikuti KBM tatap muka, pihak sekolah harus menerima surat pernyataan dari semua orang tua jika anaknya benar-benar memang diizinkan untuk mengikuti KBM tatap muka.

“Memang harus ada pernyataan dulu dari orang tua untuk mengijinkan anaknya mengikuti kegiatan belajar jadi nanti bisa daring bisa luring,” katanya. (gun)