Jika Tak Mau Ditertibkan, Satpol PP Sarankan 105 Pemilik Bangunan di Cisoka Urus Izin

oleh -
Satpol PP Sumedang saat melakukan pendataan bangunan tak berizin di Cisola

Radarsumedang.id – Satpol PP Kabupaten Sumedang kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kepada bangunan tak berizin di sepanjang jalan Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kasatpol PP Bambang Riyanto melalui Kabid Tibumtranmas, Hilman Abdilah mengatakan, monev yang dilakukan pada Kamis (10/9) kemarin merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya Satpol PP beserta jajaran sempat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pemilik bangunan di sekitar perkebunan Teh Cisoka itu.

“Iya betul kemarin itu kita melakukan pendataan kepada pemilik bangunan di sepanjang jalur Cisoka. Hasilnya terdapat 105 bangunan di wilayah cisoka yang terdiri dari, 24 warung, lesehan dan villa 40 unit, dan spot selfie 41 unit,” kata Hilman kepada Radar Sumedang, Jum’at (11/9). Seraya menyebut dari 105 bangunan itu, 24 diantaranya merupakan milik para penggarap.

Dikatakan, sepanjang jalur dan di dalam kawasan perkebunan teh telah banyak berdiri bangunan berupa lesehan, villa, warung dan spot selfi yang dijadikan objek wisata.

Namun disayangkan dari 105 bangunan itu tidak berizin sehingga pihaknya menyarankan agar para pemilik bangunan bisa melengkapi dokumen resmi yang harus diajukan kepada Dinas Perizinan.

Padahal dalam giat monev sebelumnya pihaknya telah sosialisasi dan edukasi terhadap para pemilik bangunan terkait pendirian bangunan tersebut. Hanya saja pada saat itu belum mengarah kepada tahap pendataan.

“Iya jadi kemarin itu kita baru tahap pendataan berapa orang yang beraktivitas disana dan alamat pemilik bangunan tersebut. Insyaallah minggu depan kita berikan teguran tertulis kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Dengan demikian pihaknya menghimbau jika warga masyarakat ingin mendirikan bangunan untuk usaha baik itu homestay, penginapan atau berdagang dan sebagainya bisa mengajukan permohonan izin ke Dinas Perizinan.

Jika izin yang dibutuhkan sudah terbit dan secara hukum sudah resmi, maka warga yang bersangkutan dipastikan telah patuh pada aturan yang ada di Kabupaten Sumedang.

Atas dasar itu pula Hilman menerangkan bahwa 105 bangunan di sepanjang jalan Cisoka itu telah melanggar Perda 15/2011 tentang bangunan dan gedung, Pasal 10 (2) persyaratan administrasi bangunan meliputi status hak atas tanah dan /izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah.

“Perlu diketahui kawasan perkebunan Teh Cisoka itu, statusnya tanah negara ex HGU. Itu berdasarkan koordinasi saya dengan bidang pertanahan. Sedangkan HPL-nya masih dalam proses,” katanya. (jim)