Kasus TBC Tinggi, Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -
Ilustrasi

Radarsumedang.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumedang. Lantaran tercatat hingga bulan Juni 2020 ada sebanyak 610 orang warga yang terjangkit penyakit Tuberkulosis (TBC).

Sementara, sepanjang tahun 2019 yang lalu jumlahnya mencapai 2.090 kasus. Jumlah tersebut meliputi kategori TB Resisten Obat (TBRO) dan TB Sensitif Obat (TBSO).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdan, mengatakan data kasus TBC itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap orang yang suspek atau terduga mengidap TBC.

“Terduga pengidap TBC itu diperiksa di Puskesmas melalui pemeriksaan dahak dengan cara dilihat gejala awal, apakah positif atau tidak,” ujarnya Aep, belum lama ini.

Menurutnya, dari total kasus 610 yang terjangkit penyakit TBC itu karena penyakitnya sangat mudah menular melalui droplet saat penderitanya batuk di dekat orang lain.

Saat ini, para penderita TBC tersebut sudah ditangani dengan cara diberikan obat secara terus menerus dengan kurun waktu rata-rata 6 hingga 9 bulan, tergantung tingkatan penyakit yang diderita.

“Pengobatan biasanya, tapi tergantung kategorinya. Jadi, kalau kategori satu biasanya 6 bulan, kategori dua selama 9 bulan tergantung hasil pemeriksaan,” ucapnya.

Untuk mencegah penularan agar jumlah kasus TBC pada tahun ini tidak semakin melonjak, pihaknya terus melakukan screening karena sejak Juli 2020 hingga saat ini belum semua pasien terdata.

“Saat ini ini kami terus melakukan case finding atau penemuan kasus penyakit TBC untuk mencegah penularan dan penyebaran yang lebih banyak,” ucapnya.