Bupati Sumedang : Tidak Akan Menerapkan PSBM

oleh -

KOTA – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memastikan bahwa Kabupaten Sumedang tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) lantaran lonjakan kasus Positif Covid-19 yang masih minim.

“PSBM tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan sesuai kebijakan Gubernur Jabar,” ujar Bupati kepada wartawan. Senin (14/09).

Dengan tidak menerapkan PSBM, kata Bupati, maka otomatis Sumedang masih menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Intinya kita masih tetap melakukan AKB karena jumlah positif masih terkendali. Bahkan sejauh ini kasus Covid mengalami penurunan dan saat ini yang terkonfirmasi ada 5 orang,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Dony, pihaknya masih menunggu hasil swab tes sebanyak 800 orang. Kendati belum menerapkan PSBM tetapi tetap dengan menerapkan Prokes yang ketat berikut sangsi bagi yang tidak memakai masker.

Bupati menjelaskan, definisi PSBM itu levelnya lebih rendah dari PSBB yang dilakukan tingkat Kecamatan atau Desa serta merupakan tawaran dari Gubernur Jabar apabila terjadi trend kenaikan jumlah positif barulah ditawarkan PSBM.

“Gubernur memberikan kebijakan kepada Kabupaten/Kota apakah akan menerapkan PSBM, dan yang menetapkannya tergantung Bupati dan kriteria itu tergantung dari 8 kriteria diantaranya reproduksi perkembangan biakan covid, jumlah kasus, dan sebaran tramisi,” ucapnya.

Bupati menghimbau kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar terbebas dari Covid-19.

“Mudah-mudahan dan berharap rakyat Sumedang produktif dan aman dari Covid,” tutupnya. (tha).