Polres Sumedang Bentuk Tim Pemburu Pelanggar Prokes

oleh -
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat melepas Tim Pemburu Prokes di Makopolres Sumedang

Radarsumedang – Polres Sumedang membentuk tim pemburu pelanggar Protokol Kesehatan yang akan bergerak ke titik-titik tertentu untuk menyisir para warga masyarakat yang melanggar Perbup┬áNo 74 Tahun 2020.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, SH., S.I.K., M.PICT, M.ISS. mengatakan pihaknya menyiapkan 100 personil dari aparat kepolisian baik dari Sabhara, Satreskrim, Lalu Lintas dan Binmas untuk membantu pemerintah untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai covid-19.

“Ini merupakan sebuah akselerasi dari apa-apa yang sudah kita lakukan selama ini seperti operasi Yustisi. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak cukup sekedar himbauan. Akan tetapi harus ada punishment demi kesehatan masyarakat itu sendiri,” ujarnya usai melepas tim pemburu pelanggar Prokes di Mako Polres Sumedang, Kamis (24/9).

Adapun kata Kapolres, jenis sanksi yang akan diterapkan adalah pendekatan secara edukatif. “Kita berikan semacam penjelasan bagaimana cara Covid menyebar, setelah kami beri penjelasan yang bersangkutan disuruh mengulangi dengan harapan masyarakat hapal diluar kepala. Atau bisa juga dengan pendekatan dengan ideologi Pancasila, empat pilar kebangsaan disuruh mengulangi,” ucapnya.

Dikatakan, Polres Sumedang telah memetakan kantung-kantung masyarakat berkumpul akan dilakukan secara bergiliran. “Dimana masyarakat berkumpul baik pagi, siang, maupun malam. Maka petugas akan mobile disitu,” katanya.

Senada, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, gebrakan dari Polres Sumedang merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat agar senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu juga sebagai upaya penegakan disiplin masyarakat dengan menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. “Tentunya kita harus menjadi bagian yang menyadarkan bahwa Covid-19 belum selesai. Kemudian daripada itu berkaitan dengan sanksi ini harus secara persuasif dan edukatif tapi tetap tegas juga bagi yang melanggar kita beri punishment sebagaimana yang diatur dalam Perbup┬átentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan,” kata Bupati.

Tim Pemburu. lanjut Bupati telah lebih menguatkan upaya Pemerintah Daerah dalam rangka penerapan disiplin dan pengenaan sanksi.”Yang terpenting adalah kita wajib menyelamatkan jiwa dari Covid. Karena vaksin belum ada, makannya vaksin yang ada saat ini adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan,” pungkas Bupati. (jim)