Jubir GTPP Covid-19 Sumedang Ingatkan Warga Jauhi Virusnya Bukan Orangnya

oleh -
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kab Sumedang, Iwa Kuswaeri

Radarsumedang.id – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Iwa Kuswaeri menyebut perkembangan situasi dan kondisi penyebaran covid-19 di Kabupaten Sumedang terus mengalami penambahan.

Tercatat hari ini, Senin 28 September 2020 ada penambahan sebanyak 8 (delapan) orang terkonfirmasi positif covid-19. Tersebar di wilayah barat yaitu Tanjungsari 4 orang, Pamulihan 3 orang dan Jatinangor 1 orang.

Meski demikian, kata Iwa hal itu juga dibarengi dengan banyaknya pasien positif covid-19 yang sudah sembuh bahkan sudah selesai menjalani isolasi.

“Dari total jumlah terkonfirmasi positif covid-19 dikabupaten Sumedang per hari ini sebanyak 175 orang, diantaranya sembuh 152 orang, dirawat 18 orang, isolasi mandiri 15 orang dan meninggal 5 orang,” sebut Iwa.

Lebih lanjut, kata Iwa yang paling penting saat ini adalah masyarakat harus bisa menerima kembali warga atau pasien covid-19 yang sudah sembuh lantaran mereka saat ini sama seperti sebelumnya.

“Jangan sampai kita salah persepsi, karena yang harus dijauhi itu adalah virusnya, bukan orangnya, justru orangnya harus kita rangkul kembali agar mereka bisa bersama kembali di masyarakat menjalani aktifitas seperti biasanya,” kata Iwa.

Cara menjauhi covid-19, lanjut Iwa adalah dengan cara disiplin. Yaitu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Masyarakat harus memakai masker, menjauhi kerumunan, sering mencuci tangan pakai sabun jadi ingat jauhi virusnya bukan orangnya,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Tanjungsari H Dedi Hermawan Charis menyebut sangat mengapresiasi usaha pemerintah untuk memutus mata rantai covid-19. Bahkan dengan banyaknya pasien positif covid-19 yang telah sembuh diharapkan bisa memotivasi pasien lainnya untuk berjuang agar bisa sembuh seperti semula.

Ia pun sangat berharap jika pasien yang telah sembuh dari virus corona bisa diterima kembali di masyarakat seperti sedia kala.

“Mereka yang telah sembuh sama seperti kita, tidak sepatutnya jika kita tidak menerima mereka apalagi sampai membenci atau menjauhi mereka, bayangkan saja jika hal itu terjadi pada keluarga kita, jadi sudah seharusnya kita memberikan motivasi kepada mereka agar bisa terus melanjutkan hidup dengan normal,” tandasnya. (Isl)