Jelang Musim Hujan Erwan Bersih – bersih Sungai Cipeles

oleh -
Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan beserta Forkopimcam Situraja dan Paseh saat berupaya membersihkan sampah yang berada di bebatuan aliran sungai Cipeles di sekitaran Dsn. Tonjong, Ds. Sukatali, Kec. Situraja, Jum'at (9/10).

Situraja,Radarsumedang.id – Keberadaan Sungai Cipeles yang mengalir dari Hulu di Sukasari hingga berakhir di Kecamatan Tomo rupanya tak luput dari perilaku masyarakat yang kerap membuang sampah ke sungai.

Karenanya Hari Jum’at (9/10). Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan beserta rombongan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Disparbupora, Forkopimcam Situraja dan Paseh, Pemdes Citali beserta Kompepar melakukan giat bersih-bersih sungai di aliran sungai Cipeles tepatnya di objek wisata Pangcalikan Medal Karahayuan Desa Sukatali, Kecamatan Situraja.

Erwan melihat jika masyarakat kerap membuang sampah ke sungai maka akan menggangu aliran sungai Cipeles dari hulu ke hilir. Mengingat sebentar lagi dipastikan akan memasuki musim hujan.

Saat datang musim hujan sungai ini mengalir di Susmdame 61 km sepanjang Kabupaten Sumedang sungai hulu di Sukasari berbatasan dengan lbamg juga melalui beberapa daerah Sumedang kota Darmaraja bermuara di

langkah kita musim hujan kalau perilaku kita masih buang sampah ke sungai. Maka sebelum meluap sampah akan menggangu aliran sungai dan aka terjadi sedimentasi tanah sehingga permukaan sungai menjadi dangkal,” ucap Erwan.

Oleh sebab itu, dirinya meminta supaya giat bersih-bersih sungai ini bukan seremoni saja didepannya.

Lebih dari itu, dirinya meminta Pemerintah Desa setempat (yang dialiri sungai Cipeles) agar membuat regulasi turunan dalam bentuk perdes.

“Saya minta coba koordinasi dengan DPMD untuk membuat Perdes turunan Perda KLH atau K3. Yang mana, bagi masyarakat yang buang sampah akan didenda sehingga ada kesadaran masyarakat buang sampah pada tempatnya. Atau bisa pakai jaring supaya sampah nanti bisa dikumpulkan dan diangkut oleh Satgas dari DLHK,” tegas Erwan seraya menegaskan tahun 1963 Sumedang pernah menyandang gelar sebagai kota buludru.

Senada Kepala DLHK Kabupaten Sumedang Ir. Yosep Suhayat menyebutkan pada kesempatan ini DLHK bersama jajaran satgas dan pasukan kuning dan masyarakat, sedang melakukan kegiatan bersih-bersih Cipeles.

Dikatakan jika disekitar Pangcalikan tersisa residu sampah hasil bersih bersih sungai akan ditempatkan di tempat yang kosong. Maka sampai setiap hari minggu, Satgas atau pasukan kuning akan mengangkut ke TPA Cibeureum.

“Itu tugas kewajiban kami janji kami seandainya sampah hasil Cipeles ada di lingkungan dan tempat bapa ibu, sabar dulu kita nunggu giliran untuk ditarik. Perlu kami tegaskan ini bukan hanya seremoni saja, akan tetapi kita punya keinginan dan obsesi untuk meningkatkan indeks kualitas air Cipeles dari hulu sampai hilir,” sebut Yosep.

Diakuinya, sungai Cipeles masih tercemar sampah gegara perbuatan yang kurang bertanggung jawab. Padahal amanat dari UU lingkungan hidup semua yang hidup di muka bumi bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Karenanya Yosep mendorong Pemerintah Desa agar membuat aturan pengenaan denda. Dengan catatan tidak bertentangan dengan peraturan yang diatasnya seperti Perda K3, UU Lingkungan Hidup dan tidak melanggar hak asasi manusia.

“Mari kita buktikan tanggung jawab kita harus bagaimana, saya tugaskan kepala desa mulai dari desa sekitar Gunung Manik Tanjungsari berakhir hingga berakhir di Tomo, kami wajibkan setiap desa membentuk perdes kelompok pengawas (Pokmas) masyarakat. Setiap Pokmas mengawasi keberadaan sungai supaya tidak terkontaminasi oleh perbuatan buang sampah sembarangan,” ujarnya. (jim)