12 Persen Balita di Sumedang Stunting

oleh -

Radarsumedang.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang terus melakukan berbagai intervensi dalam upaya menurunkan angka stunting.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Uyu Wahyudin menyebutkan, hingga Agustus 2020, dari 80 ribuan balita di Sumedang, 12 persen diantaranya stunting.

“Jumlah ini sebenarnya masih bisa berkurang, karena kami masih akan melakukan validasi data terkait akurasi pengukuran untuk beberapa desa,” kata Uyu, saat Workshop dan Sosialisasi Stunting di Pendopo IPP, Kamis (15/20).

Namun, menurut Uyu, jumlah 12 persen ini sebenarnya lebih rendah dari target sebelumnya dimana pada tahun 2020 ini Dinkes menargekan angka 26 persen.
Ia mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan pihaknya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Sumedang, antara lain pendekatan 100 HPK (hari pertama kelahiran). Langkah ini melibatkan berbagai sektor yang terkait masalah penanggulangan stunting serta fokus pada daerah yang berpotenei stunting.

Kata Uyu, untuk penangulangan stunting pihaknya juga fokus melakukan intervensi pada balita usia 0-2 tahun terkait perkembangan otaknya.
“Perkembangan otak sangat penting bagi balita sehingga akan lahir generasi yang berkualitas, dan berbicara masalah stunting bukan untuk saat ini tapi dampaknya akan muncul setelah beberapa tahun kemudian,” ujarnya.

Dikatakan, meski intervensi untuk balita usia di atas 2 tahun, meskipun dari segi tinggi badan dapat ditanggulangi, namun dari segi perkembangan otak akan lambat. Sehingga penemuan balita stunting harus dilakukan lebih dini agar bisa dilakukan berbagai intervensi untuk perkembangan balita tersebut.

“Dalam upaya menekan angka stuting di Kabupaten Sumedang, pihaknya juga melibatkan kader pembangunan manusia (KPM). Kader ini terdapat di setiap desa dan umumnya KPM ini merupakan kader posyandu, jadi mereka menguasai permasalahan di lapangan,” katanya. (gun)