DPMD Jawa Barat Dorong Desa Untuk Masuk di Era Digitalisasi

oleh -

Radarsumedang.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong desa untuk masuk ke era digital agar bisa mendunia. Digitalisasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan untuk membangun desa di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa), Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, ada 3 startegi pemerintah provinsi untuk membangun desa di Jawa Barat. Yang pertama adalah menjalankan lembaga keekonomian desa dengan program One Village One Company.

“Yang ke dua adalah membuat gerakan membangun desa dengan berbagai macam variabel, seperti dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” kata Bambang, saat kegiatan Optimalisasi Sinergitas Pengentasan Desa Tertinggal Menuju Desa Mandiri Jawa Barat Juara Lahir Batin, di Sumedang.

Kemudian, kata Bambang, cara yang ke tiga yakni dengan cara digital. Sebab dengan digitalisasi bisa mengenalkan desa ke seluruh dunia. Oleh karena itu, lanjut Bambang, harus menyamakan persepsi dulu antara pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan beberapa lembaga keswadaayan masyarakat.
“Kita harus bareng menyamakan persepsi dengan skema penta helix,” ucapnya.

Bambang menggambarkan, menurut Undang-Undang No 6 Tahun 2014, desa merupakam daerah otonom, mandiri dalam merencanakan, menyelenggarakan, dan melaksanakan pemerintahan.

“Maka pemerintah kabupaten sampai pusat punya kewajiban mendorong untuk melaksanakan kemandiriannya tersebut, lakukan pendampingan, pembinaan dan sebagainya,” ucapnya. (agn)

Dikatakan Bambang, pengembangan desa merupakan langkah untuk mengurangi angka urbanisasi. Saat ini, kata Bambang, dari 5312 desa yang ada di Jawa Barat, tinggal 121 desa yang tertinggal.
“Pak Gubernur punya tagline, dari desa sekolah di kota, balik ke desa rejekinya kota, dan mendunia,” ucapnya. (gun)