BPJS Kesehatan Beri Keringanan Tunggakan Lewat Program Relaksasi Iuran

oleh -

Radarsumedang.id – Upaya memberikan keringan iuran kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan kebijakan baru lewat program relaksasi tunggakan. Hal tersebut disinyalir dapat memberikan keringan bagi peserta JKN-KIS yang memiliki tunggakan iuran JKN-KIS sehingga dapat mengaktifkan kembali kepesertaan JKN-KIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Erik Rachmat Setiana dalam kegaiatan sosialisasi Program Relaksasi Tunggakan dan Cicilan Iuran dari BPJS Kesehatan.

Erik mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak terdapat peserta JKN-KIS memiliki tunggakan iuran JKN-KIS, sehingga status kepesertaannya tidak aktif.

Erik menjelaskan program relaksasi tunggakan ini khusus diberikan kepada peserta yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan, dan diharapkan dapat membantu peserta untuk melunasi tunggakan iuran.

“Untuk mendapatkan relaksasi tersebut, peserta adalah yang termasuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU). Caranya, peserta melakukan pendaftaran relaksasi iuran sesuai dengan ketentuan pada kanal yang sudah ditetapkan, yaitu aplikasi Mobile JKN dan Care Center 1500 400 bagi PBPU. Sementara untuk peserta PPU-BU dapat melalui aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (E-Dabu) atau di kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat,” terang Erik.

Setelah proses itu dilakukan, kata Erik, peserta JKN-KIS cukup membayar tagihan relaksasi tunggakan minimal sebesar enam bulan tertunggak ditambah iuran satu bulan berjalan. Program relaksasi tunggakan ini dapat diakses oleh peserta sampai dengan 31 Desember 2020.

Sementara untuk sisanya, kata Erik, dapat dicicil hingga 31 Desember 2021 dengan mengajukan permohonan ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 atau melalui aplikasi Mobile JKN pada Menu Manajemen Cicilan sesuai jumlah sisa bulan tunggakan yang akan dibayarkan.

Program Relaksasi Tunggakan dan Cicilan Iuran ini ditanggapi oleh Yanti yang merupakan salah satu dokter di Klinik Swasta di Kota Sumedang. Ia menuturkan bahwa terdapat peserta yang terdaftar pada kliniknya dengan status non aktif karena telah menunggak iuran lebih dari 6 bulan.

“Dengan adanya program relaksasi ini kami dapat menyampaikan kepada peserta yang telah menunggak iuran untuk mengaktifkan kembali kepesertaan JKN-KIS mereka tanpa harus membayar seluruh tunggakan sekaligus”, ujar Yanti. (Rls/isl).