Cisoka Bakal Ditata, Pemilik Bangunan Liar Dihimbau Bongkar Sendiri

oleh -
Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat memimpin rapat pembahasan kawasan wisata Cisoka di IPP Setda, Senin (19/10).

Radarsumedang.id – Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan memastikan dalam waktu dekat bakal melakukan penataan terhadap kawasan perkebunan Teh Margawindu di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

Itu dikatakan Erwan usai menggelar rapat pembahasan kawasan wisata Cisoka bersama lintas sektoral di Ruang Kareumbi IPP Setda, Senin (19/10).

Oleh sebab itu dirinya telah memerintahkan jajaran Satpol PP Kabupaten Sumedang, agar membuat surat perintah pembongkaran terhadap bangunan-bangunan liar yang ada di kawasan tersebut supaya membongkar sendiri bangunan yang telah dibangun.

“Saya sudah perintahkan terhitung mulai hari ini sampai hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 sudah harus selesai membongkar bangunannya sendiri. Kalau masih belum dibongkar juga, hari Senin kami akan rapat kembali dan hari selasa akan kami bongkar,” ujarnya kepada Radar Sumedang usai melakukan rapat.

Dikatakan, sedikitnya ada 40 bangunan berupa villa maupun tempat istirahat, 41 spot selfie, dan 24 warung-warung.

Meski demikian dirinya masih memberikan kesempatan kepada para pemilik spot selfie dan warung-warung untuk mendukung perekonomian warga sampai ada kekuatan hukum yang jelas. Mengingat Pemerintah Daerah kata Erwan, sedang mengusulkan kepada Pemerintah Pusat berkaitan dengan hak pengelolaan lahan (HPL). Sehingga jika HPL itu sudah turun ke Pemerintah Daerah, kedepan akan dibuatkan dulu DED-nya.

“Untuk bangunan-bangunan liar itu kita tidak ada tawar menawar. Karena itu banyak yang membabat habis tanaman teh sehingga kita akan kembalikan sesuai dengan fungsinya. Mereka mau membongkar sendiri dan tanami sendiri teh itu, atau kita yang bongkar,” ucapnya.

Ia pun mengaku heran kepada para pemilik bangunan yang berani menempati tanah milik negara demi kepentingan pribadi. Bahkan dirinya sudah mendengar bahwa lahan di kawasan itu kerap diperjualbelikan dan dialihfungsikan menjadi villa.

Karenanya dirinya menegaskan tidak ada tawar menawar lagi, dirinya konsisten akan membongkar paksa bangunan-bangunan liar terutama villa jika para pemilik tak menggubris peringatan terakhir dari Pemerintah Daerah.

“Saya tegaskan kepada mereka, taati aturan dan cintai alam. Jangan dirusak, kasian anak cucu kita kedepan kalau alam Margawindu rusak. Kita juga akan libatkan APH dari pihak kepolisian dan kejaksaan, kalau disana terjadi pelanggaran hukum yang jelas-jelas nyata seperti jual beli lahan, ya kita akan proses,” tegas Erwan. (jim)