Si Tayo Siap Antar Wisatawan Jajal Trayek Tojawa

oleh -

Radarsumedang.id – Forkopimda Kabupaten Sumedang beserta sejumlah pimpinan SKPD melakukan uji coba trayek Bus Tampomas untuk klaster wisata Tolengas – Jatigede – Jatinunggal – Wado (Tojjawa), Sabtu (17/10).

Pada kesempatan itu, seharian rombongan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim, para Asisten Daerah, SKPD teknis seperti Dinas Perhubungan, PUPR, Bappppeda, PBD, hingga Satpol PP menjajal jalan yang melingkari kawasan wisata Waduk Jatigede sejauh kurang lebih 58 Km guna memetakan spot-spot wisata dan UMKM yang akan dilewati oleh di unit Si Tayo berwarna ungu dan coklat.

Rute trayek Bus diawali di salah satu barang milik daerah (BMD) di Terminal Tolengas – Tomo menuju check point pertama di wisata religius Desa Marongge – Tomo, kemudian beralih ke check point berikutnya seperti objek wisata Tegal Jarong, beberapa pusat oleh-oleh di kawasan lingkar Timur Jatigede, Panenjoan, hingga salah satu spot wisata fenomenal Batu Ciagung dan berakhir di eks terminal Wado.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, upaya ini merupakan bentuk simulasi wisata tour Tomo – Jatigede – Wado untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk satu kali tour.

Ia mengatakan, untuk check point Marongge yang memiliki lahan parkir yang luas bakal disentuh dengan narasi yang khas yaitu ‘panah asmara’.

“Kedepan makam-makam di marongge akan kami tata dan juga akan ada tempat untuk panah asmara untuk branding aura. Kemudian nanti akan ada juga selendang khas Marongge, juga sentra oleh-oleh di Pamoyanan,” kata Bupati di sela kunjungannya di beberapa titik Tojjawa.

Adapun untuk check point kedua di Tegal Jarong dengan pemandangannya yang luar biasa yakni, bisa melihat keindahan waduk Jatigede secara penuh.

“Di Tegal Jarong ini kita bisa melihat 360 derajat waduk Jatigede. Dan perlu diketahui di Tegal Jarong ini ada rumah makan terapung yang dimiliki oleh salah seorang pengusaha setempat, yang memanjakan pemandangan yang eksotik. Tinggal tadi masalah akses jalan masuk tinggal diperbaiki dan dilebarkan juga lahan parkirnya tinggal pakai paping blok,” ujarnya.

Sementara untuk check point selanjutnya yakni Panenjoan, Bupati memastikan per tahun 2021 bakal dilakukan penataan besar-besaran oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun Mesjid Al-Kamil dan menara Kujang Kembar.

“Iya nanti oleh Provinsi akan dibangun menara Kujang Sapapasangan yang akan menjadi ikon Jatigede. Jadi disana (Panenjoan. Red) itu ada menara, tempat rekreasi, mesjid dan rest area. Jadi bayangannya seperti menara Eiffel lah,” ucapnya.

Dari Panenjoan sambung Bupati, pihaknya beralih ke Rest Area Panineungan, Ciramggeum, Selaawi, dan Situs Batu Ciagung.

Khusus untuk situs batu Ciagung lanjut Bupati merupakan kunjungan kedua kalinya. Ia mengaku terkesan dengan atraksi wisata Batu Ciagung yang terbentuk secara alami dengan batu-batu besar yang terpisah bak di Ubud Bali.

“Batu Ciagung ini tinggal ditata dengan bagus, kemudian si jembatannya bisa dicat warna-warni sehingga ada different (pembeda). Lebih lagi, tempatnya strategis karena letaknya di pinggir jalan utama di lingkar Jatigede,” imbuh Bupati.

Kendati demikian diakuinya, walaupun kondisinya masih alakadarnya namun dirinya berharap paket wisata terus berjalan sembari dilakukan perbaikan-perbaikan secara bertahap, juga memperhatikan mana saja yang harus memprioritaskan. (jim)