Relaksasi Iuran Bantu Aktifkan Kembali JKN-KIS

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Wabah pandemi Covid-19 telah memberikan dampak bagi berbagai elemen masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga dirasakan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya di segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Salah satunya Nendah (36) peserta JKN-KIS bertempat tinggal Lingkungan Bebedahan Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Suami Nendah, Hari yang kesehariannya menjajakan barang dagangannya ini merasa dengan adanya masa pandemi Covid-19, barang jualannya jarang laku akibat adanya pembatasan aktivitas bagi masyarakat.

“Semenjak adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) barang dagangan saya jarang laku, karena banyak masyarakat yang aktivitas di luar sangat terbatas dan khawatir untuk melakukan kegiatan. Jualan saya pun semakin sepi dan saya kesulitan untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan,” ujar Hari, Selasa (20/10).

Namun, di luar hal tersebut, ia mengapresiasi Program JKN-KIS yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Dia pun menceritakan dulunya pernah menggunakan kartu JKN-KIS saat istrinya melahirkan anak yang pertama. Selama menggunakan kartu JKN-KIS tersebut, dirinya sama sekali tidak dipersulit secara administrasi dan tidak ada biaya sama sekali semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Dari pelayanannya juga tidak ada yang dibedakan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan.

“Istri saya juga pernah memanfaatkan kartu JKN-KISnya untuk menjalani proses persalinan. Luar biasa, pelayanan yang kami dapatkan sangat baik dan hebatnya lagi, semua biaya persaliann istri saya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, jadi saya sudah tidak perlu pusing untuk melunasi tagihan yang timbul akibat persalinan itu,” tambah Suami Nendah.

Hari mengaku sebelumnya sempat mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan biaya sendiri. Hal tersebut lantaran kartu kepesertaan JKN-KISnya tidak aktif, sehingga ia terpaksa berobat dengan menggunakan biaya pribadi. Mengetahui biaya yang harus dikeluarkan sangat besar, akhirnya membuat Hari mengurus kartu kepesertaan JKN-KISnya untuk dapat diaktifkan kembali.

“Dari kejadian waktu saya berobat menjadi pasien umum itu, saya pun berinisiatif untuk mengaktifkan kembali kartu JKN-KIS dan langsung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sumedang untuk menanyakan jumlah tunggakan saya. Setelah diberi tahu bahwa tagihan saya sudah sangat besar saya pun sempat berpikir untuk tidak lagi menggunakan kartu JKN-KIS apalagi jualan saya pun yang saat ini agak sepi, tapi alhamdulillah ternyata saat ini ada program keringanan dari BPJS Kesehatan, yaitu program relaksasi iuran,” lanjut Hari.

Kini, Hari pun sangat bersyukur dengan adanya program relaksasi ini kartunya sudah aktif kembali dan dapat digunakan, baginya program ini sangat membantu. Menurutnya juga program relaksasi ini sangat bagus karena memberikan keringanan bagi peserta yang sudah menunggak.

Di akhir pembicaraan pun dia mengajak semua peserta JKN-KIS agar tetap rajin membayarkan iurannya, serta peserta yang saat ini menunggak lebih dari 6 bulan agar bisa mengikuti program relaksasi ini. (isl/rls).