Sitam Rasyid Terpilih Jadi Ketua Paguyuban Radio Komunitas Sumedang

oleh -

Radarsumedang.id – Bertempat di Gedung Pramuka Kwartir Cabang Sumedang, Rabu 22 Oktober 2020. Sebanyak 27 Radio Komunitas di Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah pemilihan Ketua Paguyuban Radio Komunitas Kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan itu, acara tersebut di buka langsung oleh kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang Dr Iwa Kuswaeri.

Pantauan radarsumedang.id melalui beberapa tahap, kegiatan pemilihan ketua Paguyuban Radio Komunitas Kabupaten Sumedang tersebut dimulai dengan pembacaan tata tertib persidangan hingga penjaringan bakal calon ketua dan pentepan calon ketua.

Dari hasil penjaringan bakal calon ketua akhirnya muncul 2 nama yang menjadi calon tetap untuk pemilihan ketua Paguyuban Radio Komunitas Kabupaten Sumedang. Yaitu Sitam Rasyid dari Radio LSM Forbeka dan Tata Winata dari Radio Raka.

Kemudian setelah dilakukan pemungutan suara dari semua peserta persidangan yang merupakan perwakilan dari 27 Radio Komunitas di Kabupaten Sumedang hasil akhir Sitam Rasyid mendapat suara terbanyak dengan perolehan 16 Suara dan Tata Winata mendapat 11 Suara. Dengan demikian Pimpinan Sidang menetapkan Sitam Rasyid sebagai ketua terpilih menjadi Ketua Paguyuban Radio Komunitas Kabupaten Sumedang periode 2020 -2023.

Ketua terpilih Sitam Rasyid mengatakan bahwa kemenangannya menjadi ketua Paguyuban Radio Komunitas Kabupaten Sumedang adalah kemenangan bersama. Ia berharap Radio Komunitas kedepan bisa diperhitungkan.

“Radio Komunitas kedepan harus bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan harus diperhitungkan oleh pemerintah karena keberadaanya justru bisa membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Sitam.

Ia pun menambahkan bahwa ada PR besar yang dihadapi radio komunitas yaitu persoalan perijinan. Dan ia siap untuk mengawal proses perijinan radio komunitas yang dinilai sulit dan memberatkan pengelola radio komunitas.

“Radio Komunitas diperlakukan sama dengan radio komersil, harus bayar zona dan bayar BHPF dengan nominal yang cukup besar, radio komunitas pun jangkauan nya dibatasi, frekuensi dibatasi dan banyak dibatasi bahkan tidak boleh menyiarkan iklan komersil, tapi kita akan terus berjuang bersama-sama untuk mendapatkan ijin siar,” sebutnya. (Isl).