Libur Panjang, Bupati Minta Pengelola Wisata Disiplin Protokol Kesehatan

oleh -

Radarsumedang.id – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir berharap, libur panjang di minggu ini yang akan berlangsung pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020 tidak berdampak pada menularnya Covid-19 di Sumedang.

Sebab diakui Bupati saat libur cuti bersama nanti selama lima hari, diprediksi akan ada lonjakan orang dari berbagai daerah untuk menikmati obyek wisata maupun kerabat-kerabat dari luar kita yang berkunjung ke Sumedang.

Karenanya ia berharap warga masyarakat Kabupaten Sumedang lebih memilih berlibur di Sumedang.

“Untuk mengantisipasinya kita sudah arahkan kepada pemilik tempat wisata, penginapan, hotel, dan sebagainya agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Bupati dalam agenda Rapat evaluasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pendopo IPP Setda.

Disamping itu pula dalam rangka mengantisipasinya, obyek wisata merupakan tempat yang rentan. Yang mana para pendatang atau pengunjung tempat wisata terutama yang berada dari zona merah mesti diwaspadai oleh Gugus Tugas beserta steakholder yang ada.

“Dinas pariwisata harus memastikan bahwa seluruh satgas Covid di tempat wisata harus siapkan item-item protokol kesehatan seperti sarana cuci tangan, cairan disinfektan, dan masker cadangan,” ucapnya.

Bupati juga meminta Divisi Penegakan Hukum (Gakum) dari Satpol-PP agar terus mobile dan melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan. Karenanya ia menyarankan kepada Satpol-PP agar melakukan penindakan demonstratif.

“Kepada Satpol-PP mohon diawasi, kalau ada yang berkerumun langsung tindak tegas. Kemudian kalau ada yang enggak pakai masker langsung catat di aplikasi Si Aki Protes. Sehingga kalau seperti itu harapannya ada efek psikologis, jadi orang betul-betul hati-hati,” ujarnya seraya memerintahkan Diskominfosanditik agar melakukan woro-woro 3M.

Terkahir berkaitan dengan vaksinasi, Bupati pastikan pada minggu kedua bulan November, vaksinasi akan diawali oleh tenaga medis, pelayan publik, serta yang lain-lain yang berpotensi tinggi tertular Covid-19. (jim)