Sekda Jabar : Benteng Melawan Covid 19 itu 3M dan 3T

oleh -

Radarsumedang.id – Secara umum, ada 3 aspek pencegahan wabah yang dapat dilakukan, kita sebut sebagai 3T: Testing, seperti PCR Testing atau metode testing lain: Mengetes orang-orang yang terdugerdasarkan a mengidap COVID-19. Tracing atau Pelacakan Kasus: Melacak orang-orang yang berkontak erat dengan orang-orang yang diduga mengidap COVID-19 tersebut.

Kemudian Treatment: Perawatan, termasuk isolasi mereka yang kontak erat dengan orang positif sampai terbukti tidak mengidap COVID-19, serta merawat orang yang positif agar tidak menular ke orang lain.

Ketiga aspek tersebut harus dilihat sebagai kesatuan yang saling berinteraksi. 3T saling memperkuat, akan percuma bila salah satu aspeknya lemah. Tujuan utama ketiganya adalah mengendalikan tingkat penyebaran COVID-19.

Seperti yang dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, bahwa strategi benteng pertahanan dalam melawan Covid-19 selain tiga 3M yaitu Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak juga dengan melakukan 3T yakni Test, Trace dan Treatment.

Penjelasan Setiawan itu dikemukakan pada Rapat Koordinasi Divisi Komunikasi Publik Satgas Covid 19 se-Jawa Barat secara virtual yang dipusatkan di lokasi wisata Kampung Toga, Kamis, (5/11) lalu.

Dikataknnya, berdasarkan data perkembangan Pandemi Covid-19 di dunia maupun di Indonesia, termasuk di Jawa Barat, sebanyak 46,3 juta orang terkonfirmasi Covid-19 di dunia dan 412.7 ribu orang di Indonesia. “Sedangkan data yang ada di jawa barat yaitu pada tanggal 5 – 11 Oktober 2020 ada tiga kabupaten/kota yang beresiko tinggi. Dari tanggal 12 Oktober sampai dengan 1 November 2020 ada 1 kabupaten/kota yang beresiko tinggi,” ujarnya.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Drs. Herman Suryatman, MSi dan Divisi Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Jawa Barat Ir. Hermansyah, MSi. Rakor zoom meeting ini diikuti Divisi Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Sekda Kabupaten Sumedang Drs Herman Suryatman, MSi menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada jajaran Satgas Covid-19 Jawa Barat atas kepercayaannya menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai lokasi kegiatan. “Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat beserta rombongan. Terima kasih atas kepercayaan Sumedang dijadikan tuan rumah acara ini,” ucap Herman Suryatman.

Dikatakan Herman, saat ini obat vaksin Covid-19 belum ditemukan atau sedang dalam proses.
“Sehingga kuncinya adalah disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan. Berbicara disiplin tentu hanya bisa optimal apabila komunikasi publik berjalan baik, apabila sosialisasi dan diseminasinya berjalan baik,” ungkapnya.

Sekda Herman berharap dengan diadakannya Rakor tersebut diharapkan ada sinergitas antara seluruh Divisi Komunikasi Publik Satgas Covid-19 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam penerapan protokol kesehatan, paling tidak dalam menggaungkan 3M.

Sekda juga menilai Pemprov Jawa Barat sangat pro aktif memfasilitasi kegiatan tersebut yang tentunya akan berdampak kepada seluruh kabupaten/kota.

“Mudah-mudahan kabupaten/kota bertambah energinya dalam melakukan sosialisasi, diseminasi, dan komunikasi kepada publik,” ujarnya.

Sementara itu Ir. Hermansyah, M.Si selaku Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Provinsi Jawa Barat menyampaikan hasil laporan Divisi Komunikasi Publik Satgas Covid-19 se-Jawa Barat. Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan yang kedua kali diadakan dengan mengusung konsep kebersamaan bersama kabupaten kota se-Jawa Barat yang secara bergiliran menjadi tuan rumah.(cwp).