Video Pengeroyokan Anggota Yonif 301 Oleh Sekelompok Orang Beredar, Tiga Orang Diamankan

oleh -
Subdenpom Sumedang Saat memberikan keterangan pers

Radarsumedang.id – Seorang anggota TNI yang bertugas di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 301/PKs menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Sumedang-Bandung, tepatnya Dusun Singkup Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat (6/11) petang. Video pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga orang pengendara motor tersebut viral di media sosial.

Berdasarkan data dan keterangan yang diunggah akun Instgaram @infokomando, anggota TNI tersebut diketahui bernama Muhammad Ashrul. Disebutkan, saat itu Ashrul mengemudikan mobil Ayla berwarna merah pada Jum’at (6/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun saat diperjalanan, anggota TNI itu tanpa sengaja menyerempet pengendara motor yang ada disebelahnya. Kemudian, sekelompok orang menghadang Ashrul di Singkup, dan langsung melakukan pemukulan, tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam video tersebut, Ashrul yang saat itu mengenakan seragam training TNI AD sempat menerima pukulan dari salah satu pelaku, namun terlihat ada warga lainnya yang mencoba melerai.

Atas peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu, Ashrul langsung membuat laporan ke Polres Sumedang, hingga akhirnya ketiga pelaku langsung diamankan anggota Satreskrim Polres Sumedang.

“Tiga orang terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI dari Yonif 301/PKS di Sumedang akhirnya berhasil ditangkap setelah sebelumnya dilaporkan ke Polres Sumedang,” tulis akun @infokomando.

Tiga orang tersebut berinisial NM (40), ES (63), dan Al (54). Ketiganya merupakan warga Dusun Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, yang saat ini tengah dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Sumedang.

Sementara itu, salah seorang warga Singkup, Odang (59) menuturkan, dirinya mengetahui ada keributan saat lalu lintas di jalan tersebut sedang macet.
“Tahunya saat mobil sedang macet, pas lihat keluar sudah ramai ada pemukulan,” kata Odang, saat ditemui di lokasi kejadian.

Odang mengaku tidak mengetahui persis kejadian tersebut, karena Ia melihatnya dari jarak sekitar 50 meter.
Sepengetahuannya, sebelumnya terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil yang dikendarai Ashrul dengan pengendara sepeda motor di wilayah Desa Cijeruk.

“Katanya di pangkalan ojeg itu nyerempet, terus mobilnya dikejar sampai sini, kelihatannya yang mukulnya berdua,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Subden Pom Sumedang, Kapten CPM. Eko Budiyanto, membenarkan anggota Yonif Raider 301/PKs terlibat kecelakaan tersebut.
“Memang benar anggota TNI dari Yonif Raider 301/PKs tersebut terlibat kecelakaan, saat ini kami dari Subden Pom sedang menangani, bersama Unit Laka Lantas Polres Sumedang,” kata Eko.

Dikatakan, pihaknya juga sudah melakukan olah TKP kecelakaan, sementara korban sudah dibawa ke RSUD Sumedang untuk ditangani secara medis.
“Mobil (anggota TNI) juga sudah kami amankan, namun korban belum kami periksa karena sedang sakit, tapi sudah kami kirim surat pemanggilan,” ujarnya.

Eko menuturkan, saat kejadian anggota TNI tersebut sedang dalam perjalanan pulang kuliah, menuju rumahnya di Asrama Yonif Raider 301/PKs, Desa Licin Kecamatan Cimalaka.
“Anggota TNI ini tenaga kesehatan, sedang kuliah,” ucapnya.

Sementara itu, Polres Sumedang belum memberikan keterangan resemi terkait kasus pengeroyokan yang menimpa anggota TNI. (gun)